Agar Gairah Tak Turun, Jaga Keintiman Pasutri dengan Cara-cara Berikut

Puasa dan Kehidupan Seksual

Agar Gairah Tak Turun, Jaga Keintiman Pasutri dengan Cara-cara Berikut

M Reza Sulaiman - detikHealth
Rabu, 23 Jul 2014 18:00 WIB
Agar Gairah Tak Turun, Jaga Keintiman Pasutri dengan Cara-cara Berikut
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Gairah bercinta yang turun dialami oleh sebagian besar wanita. Alasannya sederhana, kurang tidur ditambah puasa selama 14 jam membuat tubuh menjadi tidak fit, yang akhirnya mengakibatkan gairah bercinta menjadi turun.

Akan tetapi, pakar kesehatan seksologi dr Ferryal Loetan, ASC&T, SpKFR, MKes dari Klinik Kamar Sutera mengatakan bahwa gairah turun bukan hanya gara-gara kondisi tubuh yang tidak fit, namun bisa jadi karena ketertarikan berkurang akibat pasangan kurang intim.

"Intinya sih komunikasi antar pasangan. Dengan komunikasi yang baik, tentunya harus dibangun suapaya hubungan seks semakin menggairahkan," urainya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nah, dirangkum detikHealth, Rabu (23/7/2014) berikut beberapa cara yang dapat dilakukan pasutri agar keintiman tetap terjaga dan gairah bercinta tak turun bahkan bertambah.

1. Suami Bantu Urus Rumah

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Cara termudah untuk menjaga keintiman pasangan adalah memperhatikan pasangan. Contohnya jika istri memang terlihat lelah dan letih akibat bekerja, puasa sekaligus mengurus rumah dan anak, suami harus peka dan turun tangan membantu.

"Jika memang sang istri sedang sibuk bekerja mengurus pekerjaan rumah setelah buka puasa, suami bisa bantu-bantu pekerjaan rumah agar ada gairah. Dengan seperti itu pasti timbul gairah bagi mereka yang ingin bercinta. Apalagi jika mereka hanya tinggal berdua," tutur seksolog kenamaan dr Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS

Tak hanya bersih-bersih, keintiman juga bisa juga dijaga dengan melakukan berbagai hal lain di rumah seperti memasak, mandi hingga makan sahur dan berbuka bersama-sama.

2. Saling Memijat

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Saling memijat tubuh dipercaya merupakan cara lain untuk menjaga keintiman antar pasangan. Tak usah pijat di daerah sensitif, pijatlah bahu, tengkuk atau punggung pasangan secara perlahan

Dengan dipijat, pasangan akan merasa lebih rileks dan santai. Jika pikiran rileks, gairah pun akan tetap terjaga. Baru setelah itu Anda dapat melakukan foreplay dengan memijat kakinya.

"Jika pasangan Anda suka menggunakan high heels, pastinya pijatan pada kaki selain membuat gairahnya terpancing juga bisa membuatnya lebih rileks. Terutama pada tumit, lakukan gerakan melingkar untuk mengurangi pegal-pegal karena terlalu sering memakai high heels,' imbuh  Kathleen Miller-Read, terapis pijat dan juru bicara American Massage Therapy Association.

3. Saling Menyentuh

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Pasangan yang sudah menikah lama, biasanya jarang bersentuhan kecuali mereka ingin bercinta. Apakah ini mulai terjadi pada Anda dan suami? Sebaiknya jangan biarkan hal itu terjadi.

Usahakan Anda dan pasangan punya kesempatan untuk saling bersentuhan meski hanya sebentar di saat menjalani aktivitas sehari-hari. Sentuhan ini bisa saling berciuman, berpelukan, menyentuh pipinya atau hanya sekadar membelai rambut pasangan.

Jika Anda dan pasangan punya waktu lebih banyak, coba dengan lebih sering berpegangan tangan.  Selama ini berpegangan tangan identik dengan aktivitas untuk pasangan yang baru saja pacaran atau masih pengantin baru. Namun seperti pasangan lanjut usia yang berpegangan tangan itu, aktivitas tersebut mampu menjaga kedekatan dan keintiman hubungan pernikahan.

4. SMS mesra atau Sexting

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Teknologi memang dapat menghancurkan hubungan, namun teknologi jugalah yang membantu pasangan-pasangan LDR untuk tetap setia dan berkomitmen pada pernikahan. Antara lain memudahkan pasangan berkirim email dan SMS mesra satu sama lain.

"Komunikasi digital bisa jadi sarana bagi para pasangan yang insecure dan ingin menambah kebiasaan sexting demi membuat pasangannya yang jauh menjadi lebih dekat," terang peneliti dari Indiana University-Purdue University Fort Wayne.

Harus diingat sexting seharusnya dilakukan hanya untuk kesempatan tertentu saja. Dan jangan pernah memaksa pasangan, baik secara langsung maupun tidak langsung, misalnya untuk mengirimkan foto seksi karena bisa jadi inilah yang membawa kehancuran pada hubungan.

5. Jajal hal-hal baru bersama

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Menurut pakar seks dan hubungan, Ian Kerner, Ph.D., yang juga penulis buku She Comes First dan pendiri situs Good in Bed, hubungan yang berapi-api itu melibatkan percampuran antara berbagai neurokimia sehingga dua pasangan seperti orang yang berada di bawah pengaruh obat tertentu. Beruntung sebuah studi baru dari State University of New York di Stony Brook mengungkap bahwa percampuran senyawa-senyawa kimiawi itu dapat diperoleh pasangan dengan cara mencoba hal-hal baru bersama.

Itulah kenapa pasangan yang berpartisipasi dalam aktivitas yang 'menyenangkan' dilaporkan memiliki tingkat kepuasan terhadap pernikahan yang lebih tinggi ketimbang melakukan aktivitas yang membuat pasangan merasa 'nyaman' saja.

Untuk itu, lain kali cobalah mengambil kelas panjat tebing atau olahraga lain yang bisa dilakukan berdua. Dijamin setelah itu Anda akan merasakan gairah dan ketertarikan seksual yang besar pada pasangan.

6. Olahraga Bersama

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Olahraga akan merangsang munculnya gairah seksual dan mood Anda untuk bercinta, kata Kerner. Apalagi jika Anda selama ini menggunakan viagra untuk meningkatkan performa seksual Anda, lebih baik kini beralihlah ke olahraga atau nge-gym.

Lagipula dalam sebuah studi yang melibatkan 31.000 pria, tim peneliti dari Harvard School of Public Health menemukan bahwa partisipan yang rajin melakukan latihan fisik selama 20-30 menit sehari berpeluang 30 persen lebih kecil mengalami disfungsi ereksi daripada partisipan yang hanya suka duduk-duduk atau gaya hidupnya sedenter.
Halaman 2 dari 7
Cara termudah untuk menjaga keintiman pasangan adalah memperhatikan pasangan. Contohnya jika istri memang terlihat lelah dan letih akibat bekerja, puasa sekaligus mengurus rumah dan anak, suami harus peka dan turun tangan membantu.

"Jika memang sang istri sedang sibuk bekerja mengurus pekerjaan rumah setelah buka puasa, suami bisa bantu-bantu pekerjaan rumah agar ada gairah. Dengan seperti itu pasti timbul gairah bagi mereka yang ingin bercinta. Apalagi jika mereka hanya tinggal berdua," tutur seksolog kenamaan dr Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS

Tak hanya bersih-bersih, keintiman juga bisa juga dijaga dengan melakukan berbagai hal lain di rumah seperti memasak, mandi hingga makan sahur dan berbuka bersama-sama.

Saling memijat tubuh dipercaya merupakan cara lain untuk menjaga keintiman antar pasangan. Tak usah pijat di daerah sensitif, pijatlah bahu, tengkuk atau punggung pasangan secara perlahan

Dengan dipijat, pasangan akan merasa lebih rileks dan santai. Jika pikiran rileks, gairah pun akan tetap terjaga. Baru setelah itu Anda dapat melakukan foreplay dengan memijat kakinya.

"Jika pasangan Anda suka menggunakan high heels, pastinya pijatan pada kaki selain membuat gairahnya terpancing juga bisa membuatnya lebih rileks. Terutama pada tumit, lakukan gerakan melingkar untuk mengurangi pegal-pegal karena terlalu sering memakai high heels,' imbuh  Kathleen Miller-Read, terapis pijat dan juru bicara American Massage Therapy Association.

Pasangan yang sudah menikah lama, biasanya jarang bersentuhan kecuali mereka ingin bercinta. Apakah ini mulai terjadi pada Anda dan suami? Sebaiknya jangan biarkan hal itu terjadi.

Usahakan Anda dan pasangan punya kesempatan untuk saling bersentuhan meski hanya sebentar di saat menjalani aktivitas sehari-hari. Sentuhan ini bisa saling berciuman, berpelukan, menyentuh pipinya atau hanya sekadar membelai rambut pasangan.

Jika Anda dan pasangan punya waktu lebih banyak, coba dengan lebih sering berpegangan tangan.  Selama ini berpegangan tangan identik dengan aktivitas untuk pasangan yang baru saja pacaran atau masih pengantin baru. Namun seperti pasangan lanjut usia yang berpegangan tangan itu, aktivitas tersebut mampu menjaga kedekatan dan keintiman hubungan pernikahan.

Teknologi memang dapat menghancurkan hubungan, namun teknologi jugalah yang membantu pasangan-pasangan LDR untuk tetap setia dan berkomitmen pada pernikahan. Antara lain memudahkan pasangan berkirim email dan SMS mesra satu sama lain.

"Komunikasi digital bisa jadi sarana bagi para pasangan yang insecure dan ingin menambah kebiasaan sexting demi membuat pasangannya yang jauh menjadi lebih dekat," terang peneliti dari Indiana University-Purdue University Fort Wayne.

Harus diingat sexting seharusnya dilakukan hanya untuk kesempatan tertentu saja. Dan jangan pernah memaksa pasangan, baik secara langsung maupun tidak langsung, misalnya untuk mengirimkan foto seksi karena bisa jadi inilah yang membawa kehancuran pada hubungan.

Menurut pakar seks dan hubungan, Ian Kerner, Ph.D., yang juga penulis buku She Comes First dan pendiri situs Good in Bed, hubungan yang berapi-api itu melibatkan percampuran antara berbagai neurokimia sehingga dua pasangan seperti orang yang berada di bawah pengaruh obat tertentu. Beruntung sebuah studi baru dari State University of New York di Stony Brook mengungkap bahwa percampuran senyawa-senyawa kimiawi itu dapat diperoleh pasangan dengan cara mencoba hal-hal baru bersama.

Itulah kenapa pasangan yang berpartisipasi dalam aktivitas yang 'menyenangkan' dilaporkan memiliki tingkat kepuasan terhadap pernikahan yang lebih tinggi ketimbang melakukan aktivitas yang membuat pasangan merasa 'nyaman' saja.

Untuk itu, lain kali cobalah mengambil kelas panjat tebing atau olahraga lain yang bisa dilakukan berdua. Dijamin setelah itu Anda akan merasakan gairah dan ketertarikan seksual yang besar pada pasangan.

Olahraga akan merangsang munculnya gairah seksual dan mood Anda untuk bercinta, kata Kerner. Apalagi jika Anda selama ini menggunakan viagra untuk meningkatkan performa seksual Anda, lebih baik kini beralihlah ke olahraga atau nge-gym.

Lagipula dalam sebuah studi yang melibatkan 31.000 pria, tim peneliti dari Harvard School of Public Health menemukan bahwa partisipan yang rajin melakukan latihan fisik selama 20-30 menit sehari berpeluang 30 persen lebih kecil mengalami disfungsi ereksi daripada partisipan yang hanya suka duduk-duduk atau gaya hidupnya sedenter.

(up/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads