Rabu, 01 Okt 2014 11:06 WIB

Serba-serbi Kotoran Tubuh

Sesering Apa Sebaiknya Membersihkan Telinga Menurut Dokter

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Jakarta -

Telinga diketahui memproduksi sejenis kotoran yang merupakan hasil percampuran dari kulit yang terkelupas, kotoran dan debu yang terjebak di dalam telinga. Karena telinga merupakan organ penting yang berperan sebagai indra pendengaran, tentunya kebersihan dan kesehatannya perlu kita jaga dengan baik.

Kotoran telinga terbentuk karena minyak alami serumen menangkap debu atau kulit mati yang ada di telinga. Serumen berfungsi sebagai pelicin atau lubrikasi kulit telinga sama seperti halnya dengan fungsi air mata untuk membasahi kedua mata. Makin lama berbagai macam kotoran akan terikat oleh serumen dan terbentuklah kotoran telinga.

dr Siti Faisa Abiratno, SpTHT, Msc, dari RS Bintaro mengatakan produksi kotoran telinga berbeda untuk setiap orang. Karena kotoran tingkat menumpuknya kotoran telinga berbeda pada tiap individu, maka setiap orang harus rajin mengecek sendiri kotoran telinganya.

"Gak ada panduan harus kapan bersihin telinga karena produksi telinga tiap orang kan beda-beda. Tergantung jadinya, ada orang yang berbulan-bulan juga tetap bersih telinganya. Ada juga yang cuma dua minggu sudah harus dibersihkan. Nah, kalau sudah begini orangnya kan bisa ngira-ngira sendiri kapan dia harus bersihin telinganya," kata dr Siti kepada detikHealth seperti ditulis pada Rabu (1/10/2014).

dr Siti menambahkan untuk membersihkan telinga sebaiknya tidak menggunakan benda tajam atau mendorong terlalu dalam. Dikhawatirkan jika dibersihkan dengan cara seperti itu malah akan melukai telinga.

Berkaitan dengan hal tersebut, menurut Profesor Shakeel Saeed dari Royal National Throat, Nose and Ear Hospital, London, kotoran telinga dalam keadaan normal sebenarnya dapat keluar sendiri tanpa harus dibersihkan. Ia mengatakan sel yang ada pada saluran telinga bersifat unik dan dapat bermigrasi.

"Anda bisa menaruh setetes tinta pada gendang telinga dan melihatnya bergerak keluar dibawa oleh pergerakan sel selama beberapa minggu," kata Saeed.

Saeed juga mengatakan gerakan natural seperti mengunyah dapat membantu proses gerakan keluar alami yang ada pada telinga.

Meski dapat keluar sendiri, akan tetapi seiring bertambahnya usia terkadang telinga semakin dipenuhi oleh rambut dan membuat gerak kotoran menjadi terhambat. Saat itu terjadi barulah disarankan untuk membantu kotoran keluar dengan cara yang hati-hati.

(ajg/up)