Rabu, 01 Okt 2014 15:04 WIB

Serba-serbi Kotoran Tubuh

Hii.. Banyak Daki Tandanya Jorok? Belum Tentu

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock) Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Sama halnya dengan upil dan keringat, daki juga harus sering dibersihkan dari tubuh karena identik dengan kotor dan tidak sehat. Namun tahukah Anda darimana asalnya daki?

"Daki adalah bagian dari kulit yaitu stratum korneum yang terlepas. Umumnya stratum korneum ini akan terlepas secara wajar sedikit demi sedikit setiap 4 minggu," tutur dr Eddy Karta SpKK kepada detikHealth dan ditulis Rabu (1/10/2014).

Dokter yang berpraktik di EDMO Clinic Jakarta Selatan tersebut menambahkan proses pelepasan stratum korneum atau daki akan cenderung melambat seiring dengan pertambahan usia.

"Oleh karena itu daki lebih banyak dialami oleh anak anak dan remaja dan (daki) akan semakin berkurang dengan bertambahnya usia," lanjutnya.

Lantas benarkah daki lebih banyak muncul pada orang-orang yang jarang atau malas mandi? Menjawab hal ini, dr Eddy menjelaskan bahwa daki bisa menjadi banyak, terutama pada daerah lipatan kulit yang lembab.

"Hal ini karena stratum korneum mengalami maserasi yaitu pelunakan akibat basah terus. Sehingga mudah terkelupas sebagai daki, bahkan mungkin sebelum waktunya terkelupas, yang kemudian menyebabkan kulit terkelupas dan perih. Jadi daki tidak selalu akibat jorok," katanya.

Akan tetapi dr Eddy memperingatkan agar daki yang muncul segera dibersihkan. Sebab daki yang dibiarkan akan menjadi media yang baik tumbuhnya bakteri.

"Hal ini menyebabkan bau badan atau mudah terjadi infeksi kulit," tegasnya.

Seperti dilansir situs Ehow, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan daki di kulit:
1. Menggunakan scrub mandi untuk mengangkat sel kulit mati dan kotoran yang menempel di kulit. Gunakan juga krim khusus atau garam/gula yang dicampur dengan satu-dua tetes sabun cair untuk menggosok bagian kulit yang berdaki.

2. Memakai pemutih yang mengandung hidrogen peroksida (H2O2) dengan konsentrasi rendah atau cairan jeruk lemon yang dioleskan dengan menggunakan bola kapas secara perlahan.

3. Melembabkan kulit setelah mandi, bisa dengan krim pelembab atau lotion kulit yang dioleskan saat kulit masih basah

4. Mengoleskan tabir surya pada kulit setiap hari, termasuk pada leher dan daerah lain yang mungkin terkena sinar matahari seperti telinga, wajah, lengan dan kaki.

(lil/vta)