Kakek Nenek Cenderung Suka Garuk-garuk, Kenapa Ya?

Ulasan Khas Gatal-gatal

Kakek Nenek Cenderung Suka Garuk-garuk, Kenapa Ya?

- detikHealth
Rabu, 29 Okt 2014 10:00 WIB
Kakek Nenek Cenderung Suka Garuk-garuk, Kenapa Ya?
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Kakek dan nenek kerap terlihat sering menggaruk-garuk kulitnya. Hal ini bukan selalu karena mereka punya penyakit kulit ataupun karena gangguan organ dalam yang memicu gatal-gatal lho. Lalu apa sebabnya?

Umumnya orang tua memiliki kulit kering. Nah, kulit kering menyebabkan gatal karena sensitif terhadap rangsangan mekanis, kimiawi, dan lain-lain. Dokter spesialis kulit dan kelamin RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, dr Dani Djuanda, SpKK, menyarankan agar kakek dan nenek minum vitamin E atau suplemen lain untuk mencegah kulit kering.

Sementara dr I Nyoman Darmaputra, SpKK dari D&I Skin Centre Denpasar, menuturkan penyebab kenapa kulit kering bikin gatal adalah karena tidak adanya kelembaban di kulit. Karena itu lapisan dermis mengering dan menimbulkan rasa gatal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika menggunakan pelembab tergantung dengan bahan pelembab itu sendiri, jangan gunakan yang sembarangan karena pelembab banyak macamnya. Ada yang bisa larut seperti air ataupun ada juga yang hanya menempel di lapisan kulit luar saja, makanya dilihat dulu kandungan dari pelembab tersebut dan dilihat cocok atau nggak dengan kulit kita," pesan dr Nyoman.

Sedangkan menurut dr Eddy Karta, SpKK, kulit kering seperti yang dialami kebanyakan orang tua memang bikin gatal. Ada banyak mekanisme penyebabnya karena dasarnya kulit kering memiliki sistem proteksi yang kurang baik atau sawar kulit.

"Misalnya benda asing yang ukuran mikro bisa masuk ke sela-sela kulit sehingga terjadi reaksi radang dan merangsang rasa gatal. Selain itu kulit kering dikatakan juga menyebabkan ujung saraf gatal di kulit menjadi lebih ter'ekspos' dunia luar sehingga mudah mengirimkan rangsang sensasi gatal ke otak," jelas dr Eddy yang berpraktik di Edmo Clinic.

Dalam wawancara lain, dr Niken Wulandari, SpKK, dari Smart Skincare, mengatakan pada usia lanjut kulit menjadi lebih kering akibat proses penuaan kulit, sehingga kulit menjadi lebih peka terhadap rangsangan ringan yang menyebabkan rasa gatal. Untuk mengatasi kulit kering yang bisa berimbas pada gatal-gatal, umumnya memang bisa digunakan pelembab, seperti yang telah disampaikan dr Nyoman. dr Niken menyarankan agar pelembab digunakan 2 kali sehari setelah mandi. "Namun pada kulit kering dapat digunakan lebih sering sesuai dengan kebutuhan," sarannya.

Jika pelembab saja tidak cukup, bagaimana mengatasinya? Dipaparkan dr Eddy, umumnya jika pelembab tidak cukup artinya ada kelainan atau kerusakan yang sudah terjadi, misalnya dermatitis kontak iritan. Pada orang tua memang reaksi radang di kulit tidak sejelas pada kulit usia muda, di mana reaksi kemerahan dan radang sangat samar sehingga tidak disadari jika ada kerusakan kulit alias tidak sekadar kulit kering saja.

"Jika pelembab tidak cukup, langkah pertama dengan menghindari kulit semakin kering yakni melalui pemilihan sabun mandi, mandi tidak terlalu lama dan sering, serta tidak menggunakan air yang terlalu hangat. Kemudian memilih pelembab yang lebih kuat atau berminyak misalnya body butter atau minyak petroleum. Jika tidak ada reaksi radang maka rasa gatal akan berkurang," terang dr Eddy.

dr Niken juga menyarankan agar kakek nenek dan orang-orang memiliki kulit kering agar minum cukup air putih dan menghindari suhu ruangan yang terlalu dingin. "Bila tidak menolong maka sebaiknya pergi ke dokter untuk diberikan pelembab yang sesuai dan obat topical yang mengandung steroid bila terdapat peradangan pada kulit," pesan dr Niken.

(vit/ajg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads