Tubuh Bentol-bentol Saat Bangun Tidur, Mungkin Anda Digigit Kutu

Ulasan Khas Gatal-gatal

Tubuh Bentol-bentol Saat Bangun Tidur, Mungkin Anda Digigit Kutu

- detikHealth
Rabu, 29 Okt 2014 11:00 WIB
Tubuh Bentol-bentol Saat Bangun Tidur, Mungkin Anda Digigit Kutu
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Saat bangun tidur terkadang beberapa orang mungkin dapat menemukan banyak bentol di badan mereka. Biasanya bentol berhubungan erat dengan gigitan nyamuk, tapi terkadang bentol bisa saja timbul meski tidak ada nyamuk saat tidur lho.

Serangga kecil kutu adalah salah satu penyebab lain yang bisa memicu bentol di tubuh. Sama seperti nyamuk, beberapa jenis kutu diketahui ada yang menggigit manusia untuk menghisap darah atau memakan sel kulit mati. Kutu badan dan kemaluan (head and pubic lice), kutu kulit kepala, dan scabies dikatakan oleh dr Eddy Karta, SpKK, dari RSCM adalah jenis kutu yang umum menggigit manusia.

"Sedangkan 'kutu' yang lain masih banyak lagi namun sifatnya hanya insidentil misalnya ketika kita ke pantai, ke gunung, ke hutan dan lain-lain," kata dr Eddy kepada detikHealth dan ditulis pada Rabu (29/10/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

dr Eddy mengatakan berbagai jenis kutu tersebut memang menyukai manusia. Kutu umumnya hidup dengan subur di tempat yang banyak terdapat serpihan kulit manusia seperti pakaian dan alas tidur. Gigitan yang disebabkan oleh kutu seringnya terjadi pada area kulit yang terbuka tidak terlindungi oleh pakaian.

Hal serupa juga dikatakan oleh dr Dani Djuanda, SpKK, dari RS Mitra Keluarga. Menurutnya bagian tubuh seperti lengan dan tungkai adalah bagian yang rawan digigit oleh kutu.

Sementara itu menurut dokter spesialis kulit lainnya dari D&I Skin Centre Denpsar, Bali, dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK, bentol akibat serangga memiliki ciri yang berbeda jika dibandingkan dengan bentol akibat hal lainnya seperti alergi.

"Kalau kutu beda, mungkin lebih ke areal rasa gatalnya yah. Kalau kena serangga biasanya kecil tidak melebar area gatalnya, berbeda halnya dengan alergi yang bila gatal disebabkan alergi biasanya arealnya lebih luas seperti biduran," papar dr Nyoman.

Sementara menurut dr Niken Wulandari, SpKK, dari Smart Skincare, umumnya gatal akibat digigit kutu disertai pula dengan adanya kelainan kulit dapat berupa urtika (bentol) atau papul yang pada bagian tengahnya terdapat bagian yang lebih gelap (punctum). Selain itu, bentol ini ditemukan pada bagian tubuh yang tidak tertutup pakaian.

Oleh karena kutu menyenangi tempat-tempat dengan banyak serpihan kulit manusia. Disarankan bagi mereka yang sering terbangun dengan bentol untuk rutin mengganti alas tidur atau seprai setidaknya seminggu sekali. Cuci seprai dengan air hangat untuk membunuh kutu yang mungkin masih menempel pada seprai.

(vit/ajg)

Berita Terkait