Tisu Basah Hingga Detergen, Benda Sehari-hari Ini Bisa Picu Gatal-gatal

Ulasan Khas Gatal-gatal

Tisu Basah Hingga Detergen, Benda Sehari-hari Ini Bisa Picu Gatal-gatal

- detikHealth
Rabu, 29 Okt 2014 15:03 WIB
Tisu Basah Hingga Detergen, Benda Sehari-hari Ini Bisa Picu Gatal-gatal
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Beberapa orang memiliki sensitivitas yang berlebih terhadap benda-benda tertentu, sehingga saat menggunakannya risiko untuk muncul bentol atau sensasi gatal akan menjadi lebih besar. Apa saja?

"Tergantung sensitivitas tiap orang, alergen pada tiap orang itu berbeda-beda. Bisa dari bahan kimianya, bisa juga dari debu rumah atau tungau," ungkap dr Dani Djuanda, SpKK, dari RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, kepada detikHealth. Nah, untuk tahu lebih banyak lagi, berikut 4 jenis benda yang paling sering menimbulkan efek gatal pada kulit, seperti dirangkum detikHealth pada Rabu (29/10/2014):

1. Tisu basah

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Dianggap sangat praktis untuk membantu membersihkan kulit ketika bepergian, benda ini justru bisa menimbulkan efek gatal pada individu tertentu.

Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin dari D&I Skin Centre Denpasar, Bali, dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK, penyebab gatal macam-macam jenisnya. Ada yang karena jamur dan karena hal lainnya, bergantung pada pemicu gatal dari orang tersebut.

Untuk produk seperti tisu basah, bisa jadi pemicunya adalah kandungan bahan kimia yang terdapat di dalamnya. Bahan kimia ini tidak cocok pada kulit seseorang, sehingga menimbulkan gatal-gatal saat dipakai.

"Selain itu, bisa juga karena parfumnya yang bisa menyebabkan alergi. Tapi biasanya produk-produk yang beredar di masyarakat pada dasarnya sudah aman," pungkas dr Nyoman.

2. Seprai atau gorden

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Selalu ada di setiap rumah, benda umum seperti seprai atau gorden rupanya juga bisa menimbulkan efek gatal-gatal pada kulit. Biasanya beberapa bahan seprai atau gorden menggunakan pewarna tertentu. Nah, bahan perwarna ini yang mungkin menimbulkan efek gatal.

"Bisa karena pewarna dari seprainya yang menyebabkan kulit menjadi terasa gatal. Kita menyebutnya dengan dermatologis kontak," pujar dr Nyoman.

Meskipun demikian, menurut dr Nyoman gatal-gatal ini bukan lantas dari dua benda tersebut saja. Jika warna seprai tak terlalu mencolok namun gatal-gatal tetap muncul, bisa jadi respons gatal muncul karena  hal lain.

"Atau sebenarnya bukan karena seprainya yang bikin gatal, mungkin saja karena parfum yang biasa digunakan untuk mencuci seprainya yang tidak cocok dengan kulit," imbuhnya.

3. Detergen

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Serupa seperti tisu basah, detergen juga memiliki kandungan bahan kimia. Selain itu, benda ini juga memiliki wangi yang berbeda-beda alias memiliki parfum yang berbeda pada masing-masing merek.


Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam sebuah produk memang kadang tidak cocok pada kulit seseorang, sehingga menimbulkan gatal-gatal saat dipakai. Begitu juga dengan parfum, sehingga bisa menimbulkan bentol.

4. AC (Air conditioner)

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Udara luar ruangan yang panas seringkali membuat seseorang merasa lebih nyaman berada di ruangan ber-AC. Sayangnya, kadang justru malah muncul sensasi gatal berupa bentol-bentol pada kulit.

"Jika gatal-gatalnya muncul karena suhu dingin, panas atau udara biasanya gatal-gatalnya karena alergi. Nah, jika sudah terkena biasanya kita beri obat seperti CTM ataupun histamin. Namun karena cuaca dingin juga bisa bikin orang merasa gatal-gatal, efek penggunaaan dari obat-obatan ini bisa membuat mata berair, mengantuk, pusing dan lain-lain," tutur dr Nyoman.
Halaman 2 dari 5
Dianggap sangat praktis untuk membantu membersihkan kulit ketika bepergian, benda ini justru bisa menimbulkan efek gatal pada individu tertentu.

Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin dari D&I Skin Centre Denpasar, Bali, dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK, penyebab gatal macam-macam jenisnya. Ada yang karena jamur dan karena hal lainnya, bergantung pada pemicu gatal dari orang tersebut.

Untuk produk seperti tisu basah, bisa jadi pemicunya adalah kandungan bahan kimia yang terdapat di dalamnya. Bahan kimia ini tidak cocok pada kulit seseorang, sehingga menimbulkan gatal-gatal saat dipakai.

"Selain itu, bisa juga karena parfumnya yang bisa menyebabkan alergi. Tapi biasanya produk-produk yang beredar di masyarakat pada dasarnya sudah aman," pungkas dr Nyoman.

Selalu ada di setiap rumah, benda umum seperti seprai atau gorden rupanya juga bisa menimbulkan efek gatal-gatal pada kulit. Biasanya beberapa bahan seprai atau gorden menggunakan pewarna tertentu. Nah, bahan perwarna ini yang mungkin menimbulkan efek gatal.

"Bisa karena pewarna dari seprainya yang menyebabkan kulit menjadi terasa gatal. Kita menyebutnya dengan dermatologis kontak," pujar dr Nyoman.

Meskipun demikian, menurut dr Nyoman gatal-gatal ini bukan lantas dari dua benda tersebut saja. Jika warna seprai tak terlalu mencolok namun gatal-gatal tetap muncul, bisa jadi respons gatal muncul karena  hal lain.

"Atau sebenarnya bukan karena seprainya yang bikin gatal, mungkin saja karena parfum yang biasa digunakan untuk mencuci seprainya yang tidak cocok dengan kulit," imbuhnya.

Serupa seperti tisu basah, detergen juga memiliki kandungan bahan kimia. Selain itu, benda ini juga memiliki wangi yang berbeda-beda alias memiliki parfum yang berbeda pada masing-masing merek.


Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam sebuah produk memang kadang tidak cocok pada kulit seseorang, sehingga menimbulkan gatal-gatal saat dipakai. Begitu juga dengan parfum, sehingga bisa menimbulkan bentol.

Udara luar ruangan yang panas seringkali membuat seseorang merasa lebih nyaman berada di ruangan ber-AC. Sayangnya, kadang justru malah muncul sensasi gatal berupa bentol-bentol pada kulit.

"Jika gatal-gatalnya muncul karena suhu dingin, panas atau udara biasanya gatal-gatalnya karena alergi. Nah, jika sudah terkena biasanya kita beri obat seperti CTM ataupun histamin. Namun karena cuaca dingin juga bisa bikin orang merasa gatal-gatal, efek penggunaaan dari obat-obatan ini bisa membuat mata berair, mengantuk, pusing dan lain-lain," tutur dr Nyoman.

(ajg/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads