Rabu, 05 Nov 2014 14:04 WIB

Serba-serbi Mimisan

Hati-hati Mimisan pun Bisa Muncul karena Stres

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock) Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Topik Hangat Serba-serbi Mimisan
Jakarta - Jangan pernah biarkan diri Anda larut dalam stres. Pernyataan ini bukan tanpa alasan. Stres dapat memicu berbagai penyakit, bahkan reaksi negatif dari tubuh, seperti migrain, gatal-gatal hingga mimisan. Kok bisa?

"Ya. Stres, kecapekan bisa memicu terjadinya mimisan," tandas dr Melisa Anggraeni, MBiomed SpA dari Siloam Hospital kepada detikHealth dan ditulis Rabu (5/11/2014).

Kondisi semacam ini, lanjut dr Melisa, umumnya kerap terjadi pada orang-orang dengan struktur dinding pembuluh darah yang rapuh. Sehingga saat orang yang bersangkutan merasa capek dan stres, maka pembuluh darahnya menjadi mudah pecah, dan inilah yang memicu mimisan.

Sebuah artikel yang diterbitkan dalam British Medical Journal di tahun 2011 pun menyebutkan alasan di balik hal ini. Menurut peneliti, saat tubuh manusia berada di bawah tekanan atau stres, sirkulasi darahnya secara otomatis akan naik.

Karena peningkatan sirkulasi darah itu tadi, tekanan darah juga ikut melonjak sehingga pembuluh darah menjadi rentan mengalami gangguan. Masalahnya, pembuluh darah yang ada di hidung merupakan salah satu yang paling rapuh dan rentan terhadap kenaikan tekanan tadi. Itulah mengapa stres sedikit saja dapat memicu terjadinya mimisan.

Yang mengkhawatirkan adalah stres yang tidak tertangani dengan baik akan membuat tekanan darah menjadi tidak sehat, dan ini sifatnya seperti lingkaran setan. Padahal gangguan pada tekanan darah dapat mengakibatkan beragam penyakit, mulai dari stroke, serangan jantung, hingga disfungsi ereksi.

Hal ini diamini Kepala Divisi Metabolik Endokrin, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, dr Em Yunir, SpPD-KEMD. Menurutnya, stres dapat merangsang peningkatan hormon stres dalam tubuh.

"Stres itu ada dua, yakni stres akut dan stres kronis. Stres akut akan mereda setelah masalah terselesaikan dan pikiran kembali normal. Tapi bila masalah yang ada membuat rasa stres ini muncul cukup lama, bahkan sampai berbulan-bulan, maka situasi inilah yang disebut stres kronis, dan inilah yang kemudian bisa menimbulkan berbagai risiko penyakit," paparnya.

Mengapa begitu? dr Yunir menuding lonjakan hormon stres atau biasa disebut kortisol itulah penyebabnya. Hormon ini telah dikenal luas sebagai pemicu gangguan tubuh, apalagi bila jumlahnya dibiarkan meningkat dalam waktu lama tadi. Salah satu kondisi berbahaya yang disebabkan peningkatan kortisol adalah kenaikan gula darah.

"Untuk mengantisipasi stres, cari cara untuk meredam. Jangan sampai stres mempengaruhi emosi. Kalau tidak nanti hormonnya semakin tinggi," pungkasnya.


(lil/vit)
Topik Hangat Serba-serbi Mimisan
News Feed