Mana Lebih Efektif Diatasi dengan Lasik: Rabun Dekat atau Rabun Jauh?

ADVERTISEMENT

Lebih Dekat Mengenal Lasik

Mana Lebih Efektif Diatasi dengan Lasik: Rabun Dekat atau Rabun Jauh?

- detikHealth
Rabu, 04 Mar 2015 17:00 WIB
Ilustrasi (thinkstock)
Jakarta -

Rabun dekat, rabun jauh, dan mata silinder dapat diperbaiki dengan operasi lasik sehingga seseorang tak lagi harus menggunakan kacamata untuk melihat. Namun, mana yang lebih efektif diatasi dengan operasi lasik?

Menurut dokter spesialis mata dari Jakarta Timur Eye Center, RS Harapan Bunda, dr Ida Bagus Gde Wirastana, SpM, untuk rabun dekat biasanya hasil operasi lasik agak sedikit berbeda.

"Biasanya kalau rabun dekat hasilnya jadi lebih tidak konsisten," papar dokter yang akrab disapa dr Wira tersebut saat berbincang dengan detikHealth dan ditulis pada Rabu (4/3/2015).

Baca juga: Mata Tua Jadi 'Muda' Lagi dengan Lasik Multifokal

Rabun dekat atau yang sering disebut juga dengan hipermetropi atau hiperopia merupakan suatu kondisi di mana seseorang dapat melihat objek yang jaraknya jauh, tapi justru tidak bisa melihat objek yang jaraknya dekat. Oleh sebab itu mereka biasanya bermasalah ketika harus membaca dari jarak dekat.

Kondisi hiperopia ini umumnya terjadi ketika mata tidak dapat memfokuskan sinar cahaya yang masuk dengan akurat pada retina.

Sementara itu, rabun jauh atau miopia merupakan suatu kondisi di mana seseorang dapat melihat objek pada jarak dekat dengan baik, namun sulit ketika harus melihat objek yang jauh. Miopia biasanya terjadi karena mata tidak dapat memfokuskan cahaya yang masuk untuk jatuh ke retina.

"Mata minus itu jenisnya ada dua: fungsional dan patologik. Fungsional itu seperti membaca jarak dekat, nah kalau baca dibiasakan diatur jaraknya, maka mata minus bisa membaik. Sementara patologik itu karena genetik. Mau dibiasakan bagaimanapun tetap sulit, ya kecuali dilakukan lasik," imbuh dr Wira.

Baca juga: Ini Akibatnya Jika 'Si Mata Empat' Malas Pakai Kacamata

(ajg/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT