Rabu, 15 Apr 2015 13:07 WIB

Fenomena Brownies Ganja

Brownies Ganja Disebut Bisa Redakan Nyeri, Dokter Ingatkan Bahayanya

Diza Liane Syahputri, Andara Nila Kresna - detikHealth
Jakarta -

Pemilik bisnis kue brownies yang mengandung ganja di Blok M, Jakarta Selatan dikabarkan mengidap penyakit kronis. Awalnya ia mengonsumsi ganja untuk meredakan nyeri, lalu mengkreasikannya menjadi brownies dan akhirnya menjualnya.

Di beberapa negara yang melegalkan ganja medis, khasiat antinyeri yang terkandung dalam tanaman ganja memang dimanfaatkan untuk pengobatan. Misalnya untuk mengatasi rasa sakit saat dan setelah kemoterapi pada pasien kanker.

"Tapi bentuknya bukan seperti yang biasa kita lihat pada 'pemakai' ganja. Bukan diberikan dalam bentuk linting atau rokok begitu," kata dr Andri, SpKJ, psikiater dari RS Omni Alam Sutera, seperti ditulis Rabu (15/4/2015).

Baca juga: Dokter Ragu Brownies Ganja Efeknya Bisa Tidur Sampai 2 Hari

Meski sudah sering dipelajari di luar negeri, ganja medis hingga saat ini belum dilegalkan di Indonesia dan di banyak negara lainnya. Untuk meredakan rasa nyeri, biasanya yang digunakan adalah obat lain yang memang pilihannya banyak tersedia di pasaran.

"Pengobatan nyeri itu ibarat anak tangga. Misalnya nyeri yang ringan cukup parasetamol, kalau sudah sangat berat dan tidak sembuh-sembuh bisa menggunakan obat dari serat opium," jelas dr Rimawati Tedjasukmana, SpS, dokter saraf dari RS Medistra.

Terkait penyalahgunaan ganja, dr Andri mengingatkan bahwa zat tersebut bisa memicu halusinasi. Efeknya memang membuat pemakaina merasa nyaman dan tenang, segala sesuatu tampak indah, tetapi menurut dr Andri hal itu bukan efek yang baik.

"Harus hati-hati dengan ganja. Efeknya ke tiap orang beda-beda, terkait halusinasi kemudian kondisi pemikiran dan perasaannya menjadi tidak sesuai," pesan dr Andri.

Baca juga: Seperti Ini Gejalanya Jika Kecanduan Brownies Ganja

(up/up)