Rabu, 20 Mei 2015 17:40 WIB

Otak Kanan Vs Otak Kiri

Otak Kanan dan Kiri Seimbang Bukan Jaminan Jadikan Seseorang Cerdas

- detikHealth
Illustrasi: Thinkstock
Jakarta - Kisah kejeniusan Einstein disebut-sebut karena bagian kanan dan kiri otaknya memiliki struktur hubungan kuat yang tak ditemukan pada manusia lain. Hal ini namun dibantah oleh dokter yang mengatakan bahwa tak ada hubungan antara kecerdasan dengan hubungan otak.

Kabar yang beredar menyebut bahwa tujuh jam setelah Einstein meninggal pada tahun 1955, otaknya diambil dan dijadikan bahan penelitian. Salah satu penelitian tersebut melaporkan bahwa belahan bagian kiri dan kanan otak Einstein terhubung dengan sangat baik sehingga semakin mendukung teori bahwa keseimbangan otak kiri dan kanan sangatlah penting.

dr Roslan Yusni Al Imam Hasan, SpBS, yang akrab disapa dr Ryu mengomentari hal ini dan membantahnya. Ia sendiri pernah membahas soal otak Einstein dan mengatakan bahwa kabar adanya perbedaan struktur otak si jenius dengan manusia lain ini hanya mitos.

Baca juga: Kasus Mendadak Jago Bahasa Asing Saat Bangun dari Koma, Ini Penjelasan Ahli

"Ini bohong, hoax. Semua orang pun juga seperti itu. Penelitian-penelitian yang dilakukan pada Einstein tidak menemukan perbedaan pada otak Einstein ataupun otak manusia lainnya. Tidak ada perbedaan struktural pada otak Einstein dengan otak orang kebanyakan lainnya," kata dr Ryu yang sehari-hari berpraktik di RS Bethsaida Serpong ketika dihubungi detikHealth pada Rabu (20/5/2015).

"Di Twitter saya pernah menjelaskan tentang otak Einstein, faktanya sel otak yang sebetulnya bukan sel saraf pada otak Einstein itu lebih banyak. Seharusnya dia lebih bodoh dong? Sama sekali tidak ada hubungannya," lanjut dr Ryu.

Sementara itu dr Yuda Turana, SpS, dari Departemen Neurologi FK UNIKA Atmajaya menjelaskan bahwa satu hal yang lebih mungkin adalah orang bisa lebih tajam pikirannya apabila kedua-belahan otak distimulasi.

dr Yuda memberi contoh ketika anak belajar misalnya. Ia mungkin akan lebih mudah ingat pelajaran ketika menyaksikannya di televisi daripada ketika membaca dari buku.

"Saat kita melihat tulisan hitam putih tentu akan berbeda dibandingkan saat kita melihat tulisan berwarna. Tulisan berwarna akan lebih diingat, karena saat membaca tulisan berwarna kita lebih membangkitkan sinergi antara otak kanan dan kiri," pungkas dr Yuda.

Baca juga: Agar Optimal, Bakat Perlu Dilatih Sejak Kecil



(Firdaus Anwar/Nurvita Indarini)