Rabu, 01 Jul 2015 18:02 WIB

Puasa Sehat Meski 'Sakit'

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Saat Pasien Hipertensi Berpuasa

Andara Nila Kresna - detikHealth
Jakarta - Pasien hipertensi atau yang memiliki tekanan darah tinggi boleh-boleh saja berpuasa, dengan catatan fungsi ginjalnya masih baik. Namun bagi pasien hipertensi stadium lanjut, dikhawatirkan bisa menimbulkan dehidrasi hebat.

"Stadium hipertensi ada 5. Bagi stadium 1-3 masih diperbolehkan berpuasa. Namun bagi stadium 4 dan 5 yang ingin berpuasa ditakutkan malah akan memperburuk kondisi tubuh pasien. Karena pasien akan merasa dehidrasi dan kekurangan cairan hebat, fungsi ginjal akan terganggu," kata dr Tunggul D Situmorang, MD, FINASIM dari Rumah Sakit MRCCC Siloam, dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Rabu (1/7/2015).

Dipaparkan dr Tunggul, tensi yang naik akibat aktivitas bisa kembali normal dalam beberapa saat. Nah, pasien hipertensi disarankan untuk rajin olahraga secara teratur namun jangan sampai diforsir. Jika kelelahan, sebaiknya istirahat sejenak sebelum melanjutkan kembali kegiatannya.

Baca juga: Pasien Penyakit Jantung Seperti Ini Disarankan untuk Tidak Berpuasa

"Manfaat puasa untuk menurunkan tekanan darah, sebetulnya kaitannya itu ketika berpuasa, tubuh terasa tenang, damai, memberikan efek relaksasi. Tentunya tekanan darah akan menjadi baik. Yang biasanya tekanan darahnya tinggi, jadi turun seiring dengan berpuasa. Karena ketika berpuasa tentunya asupan makan sehari kan berkurang, begitupun dengan garam karena garam pemicu hipertensi," papar dr Tunggul.

Terkait asupan asin yang dikatakan bisa memicu hipertensi, dr Tunggul mendorong untuk tidak membiasakan diri mengonsumsi makanan yang asin. Hati-hati jika makan di restoran, di mana garam diletakkan begitu saja di meja pengunjung. Sebab hal ini bisa memicu kebiasaan menambahkan garam pada makanan.

Baca juga: Trik Agar Puasa Lancar Tanpa Khawatir Kadar Kolesterol Naik

Dihubungi terpisah, ahli gizi Rita Ramayulis DCN, MKes menuturkan tekanan darah dipengaruhi oleh makanan dan jam istirahat. Hipertensi memengaruhi kontraksi pembuluh darah dan membuat pembuluh darah tidak elastis sehingga tekanan darah meningkat.

"Itu karena natrium. Natrium ada di garam dan makanan yang diolah. Yang bisa merelaksasi pembuluh darah adalah kalium, itu ada di seluruh sayur dan buah, salah satunya yang tinggi kalium itu belimbing, seledri, wortel, melon, pisang dan kurma," terang Rita.

Asupan makanan yang mengandung saponin juga bisa menurunkan tekanan darah. Nah, kandungan itu terdapat pada timun. Omega 3 dan asam lemak esensial juga mengontrol tekanan darah, bisa ditemukan di tempe dan kacang-kacangan.

(vit/up)