"Kalau untuk masalah orang yang suka menggerakkan kaki seperti orang sedang menjahit itu, kalau hanya menggerakkan kaki saja, tapi anggota tubuh lainnya tidak digerakkan, itu tidak bisa dibilang sebagai olahraga. Dan lagi, itu kan nggak ada bebannya," jelas dr Michael Triangto, SpKO, Direktur Klinik Slim and Health di RS Mitra Kemayoran dan Mal Taman Anggrek Jakarta, dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Rabu (19/8/2015).
Baca juga: 'Berpikir Sambil Gerak-gerakkan Kaki Itu Rasanya Bikin Lebih Fokus'
Menurut dr Michael, dengan duduk sambil menggerakkan kaki menyerupai yang dilakukan penjahit, kalori yang dibakar hanya sedikit saja. Kegiatan itu tidak bisa membakar kelebihan kalori yang diperoleh dari makan yang berlebihan. Dengan demikian menggerak-gerakkan kaki saat duduk tidak bisa menggantikan olahraga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seringkali, tambah dr Michael, orang-orang tidak berolahraga karena mengaku tidak punya banyak waktu. Padahal kalau mau, banyak kesempatan di antara waktu kerja yang bisa dimanfaatkan untuk berolahraga.
"Untuk orang-orang yang pekerjaannya lebih banyak duduk di kursi di hadapan komputer, dia sebenarnya bisa menggerakan otot-ototnya di meja kerjanya," ucap dr Michael.
Baca juga: Pakai Kaus Kaki Ketat Bisa Jadi Cara Alami Usir Sindrom Kaki Gelisah?
Perlu diingat, setiap aktivitas fisik pasti bisa membakar kalori, namun baru dapat diperhitungkan bilamana telah memenuhi kriteria tertentu. Suatu aktivitas fisik, baik atau buruknya baru bisa dilihat hanya jika setelah dilakukan dengan terukur, teratur, dan terprogram.
"Misalnya, kalau mau membersihkan rumah tanpa pembatu, melakukan kegiatan seperti menyapu, mengepel, dan lain-lain, kalau dilakukan teratur itu baru bisa kita hitung jumlah pembakaran kalorinya. Tapi kalau hanya sekali-sekali, memang aktivitas fisiknya dapat membakar kalori, tapi hanya sedikit," kata dr Michael. (vit/vit)











































