Suatu hal bisa menjadi kebiasaan karena sering dilakukan. Ada baiknya Anda tahu apakah kebiasaan Anda saat ini termasuk sehat atau justru bisa menjadi penyebab munculnya penyakit tidak menular seperti diabetes. Nah, berikut ini kebiasaan-kebiasaan yang bisa memicu diabetes:
1. Makan Berlebihan
|
Foto: Thinkstock
|
"Nah obesitas sendiri merupakan faktor risiko terjadinya diabetes karena lemak yang terbentuk akibat makan secara berlebihan akan menyebabkan terjadinya resistensi insulin," jelas spesialis gizi klinik, dr Ida Gunawan, MS, SpGk dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Kamis (3/9/2015).
Sebenarnya gula pasir secara langsung tidak menyebabkan diabetes. Diabetes terjadi karena kekurangan hormon insulin atau karena resistensi kerja insulin.
Karena itu sebaiknya batasi konsumsi gula pasir berlebihan, tak lebih dari 5 sendok makan peres gula per hari. Atau anda juga bisa mengganti gula dengan sweetener nol kalori dan yang pasti rendah glycemic index (GI), sehingga tidak membuat khawatir gula darah akan meningkat.
2. Kurang Bergerak
|
Foto: Thinkstock
|
"Dengan makin malasnya seseorang bergerak maka masa lemak juga makin banyak yang ditumpuk, sebaliknya dengan makin sering bergerak, berat badan akan terjaga baik dan masa otot juga akan terbentuk sehingga menjauhkan risiko diabetes," tutur dr Ida.
Nah, sudah berapa lama Anda duduk? Kalau sudah 30 menit, ayo berdiri dan lakukan gerakan ringan seperti berjalan mengambil minuman atau melakukan gerakan ringan lainnya. Jika Anda meluangkan waktu untuk jalan cepat 1 jam per hari, untungnya besar lho, karena bisa memangkas risiko diabetes hingga 34 persen.
3. Tidak Sarapan
|
Foto: Thinkstock
|
"Ada penelitian yang dilakukan di Tel Aviv bahwa penyandang diabetes yang melewatkan sarapan malah terjadi peningkatan kadar gula darah yang cukup tinggi, oleh karena itu sarapanlah sesuai kaidah syarat gizi seimbang dan 3 J (jumlah, jenis dan jadwal) makan," ucap dr Ida.
4. Kerja Lembur
|
Foto: Thinkstock
|
"Ngemil tak sehat kala lembur dan stres juga meningkatkan risiko diabetes, karena hormon stres yang dikeluarkan walaupun bersifat sementara, dapat ikut menaikkan kadar gula darah sementara," terang dr Ida.
Halaman 2 dari 5











































