Sedikit gula tidak masalah. Tetapi saat Anda mengasup gula berlebihan dan oleh tubuh tidak dipakai sebagai energi, maka akan disimpan dalam bentuk lemak. Itu makanya gula akan menyumbang peningkatan penumpukan lemak tubuh.
"Jika penumpukan lemak tubuh terjadi dalam jumlah banyak akan terjadi obesitas," jelas spesialis gizi klinik, dr Ida Gunawan, MS, SpGK dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Jumat (4/9/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penimbunan lemak pada perut terjadi karena adanya adanya kelebihan energi akibat kurang bergerak dan makan berlebihan," lanjut dr Ida.
Selain meningkatkan risiko obesitas, konsumsi tinggi gula juga akan meningkatkan risiko obesitas, yang meningkatkan risiko hipertensi, diabetes, kanker, penyakit jantung dan lain-lain.
![]() |
Sebenarnya apa yang terjadi pada tubuh saat mengonsumsi gula? Dijelaskan dr Ida, saat seseorang mengonsumsi gula, maka gula (sukrosa) akan masuk dalam saluran cerna untuk proses pencernaan dan pemecahan menjadi molekul glukosa. Selanjutnya terus menuju ke usus kecil untuk proses penyerapan, kemudian masuk dalam aliran darah.
"Saat kadar gula dalam darah naik, maka pankreas akan mengeluarkan insulin yang berfungsi memasukkan molekul glukosa ke dalam sel," terang dr Ida.
Pada orang dengan fungsi pankreas yang baik, saat sejumlah besar gula dikonsumsi maka akan lebih banyak insulin yang dilepaskan.
Selain mengubah gula menjadi energi, insulin juga merangsang penyimpanan lemak. Oleh karena itu, semakin banyak gula yang Anda makan maka lebih banyak insulin yang diproduksi. Akibatnya, semakin besar kemungkinan Anda akan mengalami kenaikan berat badan.
Jika Anda tak ingin berat badan meroket karena konsumsi gula, ingatlah untuk selalu menghitung maksimum penggunaan gula sebanyak 5 sendok teh dalam sehari. Usahakan pula untuk mengurangi asupan gula dari kue maupun bentuk tersembunyi lainnya.
Alternatif jika tetap ingin menikmati makanan dan minuman manis adalah dengan menggunakan pemanis atau sweetener. Agar aman bagi gula darah, pilihlah sweetener yang memiliki nol kalori dan indeks glikemik rendah.
(vit/up)












































