Rabu, 16 Sep 2015 10:05 WIB

Asah Kemampuan Bicara si Kecil

Jangan Langsung Dua Bahasa, Begini Caranya Ajarkan Bahasa pada Anak

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Thinkstock/MIXA next
Jakarta - Boleh-boleh saja berharap anak tumbuh menjadi pribadi dengan berbagai kompetensi, seperti kemampuan berbicara dalam sejumlah bahasa. Namun memaksa anak untuk belajar dua bahasa atau lebih terlalu dini juga tidak baik lho.

"Ada penelitian yang menemukan bahwa bilingual menjadi salah satu faktor risiko terjadinya speech delay pada anak," ungkap dr Meta Hanindita, SpA kepada detikHealth, dan ditulis Rabu (16/9/2015).

Akan lebih baik, lanjutnya, bila anak diajari satu bahasa saja terlebih dahulu. Pilihan bahasa diberikan sepenuhnya kepada orang tua. Bisa dengan mengajarkan bahasa ibunya sendiri atau bahasa daerah seperti Sunda dan Jawa, Bahasa Indonesia, maupun bahasa asing seperti Bahasa Inggris.

Namun Rita Rahmawati, Amd. TW, S.Pd., terapis wicara dari RS Harapan Kita dan Rumah Terapi lebih menganjurkan agar orang tua mengajari anak dengan bahasa ibu saja terlebih dahulu.

"Kalau anak itu sudah menguasai satu bahasa, baik secara reseptif atau ekspresif, artinya jika anak sudah mulai mampu berkomunikasi dengan baik pada lawan bicaranya, kita baru boleh mengajarkan lebih dari dua bahasa," paparnya dalam kesempatan terpisah.

Bagaimana caranya? Rita mengungkapkan trik paling ampuh untuk melatih bahasa anak adalah dengan stimulasi modeling. "Apapun kata asing yang akan diajarkan pada anak, anak mesti tahu arti dari kata asing tersebut dengan bentuk visualisasi seperti gambar, miniatur, atau bentuk aslinya," jelasnya.

Dengan cara begini, persepsi anak tentang kosakata akan terbentuk, dan sama persis dengan persepsi yang coba diajarkan atau disampaikan orang tua.

"Tapi perlu diperhatikan, saat menerapkan cara di atas, orang tua juga harus benar-benar mengerti kondisi dan situasi anak. Buat situasi belajar yang menyenangkan, jangan terkesan memerintah ataupun mengetes anak," tandas Rita.

Lingkungan di sekitar anak juga berpengaruh besar terhadap keberhasilan pembelajaran ini. "Jika ingin kondisi yang kooperatif, lakukan di ruang yang tidak banyak distraksi, apalagi jika memang anak memerlukan konsentrasi penuh. Ini biasanya untuk anak-anak yang memiliki kondisi yang agak aktif," lanjutnya.

Baca juga: Di Usia Ini, Anak Biasanya Sudah Mulai Belajar Bicara

Menurut hemat dr Meta, kebijakan orang tua untuk tidak mengajarkan dua atau tiga bahasa sekaligus kepada anak adalah semata karena ini hanya akan membuat anak menjadi bingung. "Kalau belum bisa bicara sama sekali misalnya, lalu diajari bahasa campur-campur, anak nanti jadi bingung," jelasnya.

Padahal bila anak bingung, tidak menutup kemungkinan akan muncul risiko speech delay atau keterlambatan bicara pada anak. Rita juga mengatakan anak yang bingung bahasa bisa saja akhirnya menolak untuk bicara, menjadi lebih banyak diam karena bingung, atau malah berbicara dengan bahasa planet yang tidak dimengerti otang lain, padahal ia ingin mengutarakan sesuatu.

Lantas berapa maksimal bahasa yang dapat diajarkan kepada anak? dr Meta mengaku tak memberi batasan.

"Maksimal anak bisa diajarkan berapa bahasa, ya tergantung kemampuan anak, dan juga seberapa besar dukungan keluarga bila kedua orang tua berupaya membiasakan anak menggunakan beberapa bahasa sekaligus," pungkasnya.

Baca juga: Sejak di Kandungan, si Kecil Sudah Bisa Diajari Bicara Lho (lll/up)