Rabu, 16 Sep 2015 20:05 WIB

Asah Kemampuan Bicara si Kecil

Hal-hal yang Diyakini Bisa Bikin Anak Cepat Bicara, Fakta atau Mitos?

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Konon bayi yang lebih cepat berjalan, kemampuan bicaranya akan didapat belakangan. Betul atau tidak ya? Simaklah penjelasan ahlinya!

Si kecil mulai bertambah usianya, tapi kenapa ya tidak secerewet anak-anak seusianya. Di usia satu tahun bahkan masih menggunakan semacam bahasa isyarat untuk mendapat yang dia inginkan. Terkadang bahasa isyaratnya pun tak terbaca sehingga dia jadi tantrum.

Kemampuan bicara anak kemudian dikaitkan dengan sejumlah hal. Nah, hal-hal ini diyakini bisa bikin anak cepat bicara:



1. Lebih dulu jalan, artinya akan lambat bicara

Konon anak-anak yang kemampuan berjalannya datang lebih dulu, maka kemampuan bicaranya akan datang belakangan. Jika ada yang mengaitkan kedua hal itu, jangan buru-buru percaya.

Menurut dr Meta Hanindita SpA dari RSUD Dr Soetomo Surabaya, kedua hal itu tidak ada hubungannya. Pada anak dr Meta yang benama Naya, kemampuan bicara dan berjalan didapat secara bersamaan.

Dihubungi terpisah, Rita Rahmawati A.md. TW, S.Pd, terapis wicara di RS Harapan Kita dan Rumah Terapi menuturkan anak bisa saja lebih dulu bisa berjalan ketimbang berbicara. Ini mungkin terjadi jika anak hanya dapat berkonsentrasi pada salah satu sisi atau salah satu kemampuan saja. Namun tidak menutup kemungkinan kedua kemampuan itu muncul secara bersamaan.

"Hanya saja sedikit anak yang mengalaminya dibanding dengan muncul satu-satu," kata Rita saat berbincang dengan detikHealth dan ditulis pada Rabu (16/9/2015).

Foto: Thinkstock


2. Lidah dikerik batu cincin bisa melancarkan bicara

Beredar informasi di masyarakat jika anak tak kunjung bisa bicara, maka lidahnya sebaiknya dikerik dengan batu cincin atau akik. Dikatakan dr Meta, hal ini benar-benar mitos.

"Bila ada istilah penggunaan batu cincin itu hanya mitos, bukan merupakan dasar perkembangan anak atau pertumbuhannya," tambah Rita.

Dijelaskan Rita, anak yang dikerok lidahnya dengan cincin adalah latihan rangsangan sensor dan motorik lidah seperti teknik-teknik oral motor exercise. Hanya saja kegiatan ini sebenarnya tidak perlu menggunakan cincin karena berisiko melukai permukaan lidah.

Foto: Thinkstock


3. Dipukul daun salam

Katanya memukul anak yang tak kunjung bicara dengan daun salam juga membuatnya lebih cepat berkata-kata. Mendengar ini dr Meta tertawa terbahak-bahak. Hmm, kalau memang benar, mudah sekali ya membuat anak 'cerewet', cukup memukulnya dengan daun salam dan tidak perlu diajari.

Menanggapi informasi tersebut, Rita juga mengatakan itu hanyalah mitos. Karena lancarnya anak dalam berbahasa dan bicara bukan dari daunnya tapi dari perlakuan orang dengan sikap yang menekan atau memaksa anak bicara.

"Semua itu hanyalah mitos saja dan sifatnya kebetulan, tidak didasari dengan pola ilmiah," kata Rita.

Foto: Thinkstock


4. Makan buah manggis

Disebut-sebut memberikan manggis kepada anak bisa membuatnya lebih cepat berbicara. Namun dr Meta dan Rita sama-sama berpendapat ini hanyalah mitos belaka. Tidak ada bukti ilmiah manggis bisa meningkatkan kemampuan bicara anak.

Foto: Thinkstock


5. Makan tempe yang dibungkus daun

Sepertinya 'tips' untuk membuat anak cepat bicara di luar sana selalu ada saja, meskipun tidak ada landasan ilmiahnya. Cara yang juga disebut bisa bikin anak cepat bicara adalah memberikan tempe yang dibungkus daun pada anak. Lagi-lagi ini mitos!

"Yang ada mencret kayanya, Mbak," kata dr Meta mengomentari mitos tersebut. (vit/ajg)