ADVERTISEMENT

Senin, 21 Sep 2015 13:00 WIB

Bahaya Kolesterol Tinggi

Adakah Makanan yang Bisa Jadi Penurun Kolesterol?

Nurvita Indarini - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Risiko kesehatan menghantui mereka yang kolesterolnya tinggi. Ketika kolesterol meningkat, adakah makanan yang bisa menurunkan?

Pada beberapa produk nutrisi enteral untuk pasien gangguan jantung, di dalamnya dicampurkan  phytosterol. Phytosterol merupakan senyawa pada tanaman yang secara struktur dan fisiologis mirip kolesterol. Karena memilki kemiripan struktur, phytosterol memiliki kemampuan berkompetisi dengan kolesterol dalam penyerapannya di usus.

Penggunaan phytosterol dalam makanan tergolong dalam kategori GRAS atau Generally Regarded as Safe. Phytosterol dalam jumlah kecil secara alami ditemukan di sayur, buah, serealia, kacang-kacangan dan biji-bijian.

Phytosterol ini mencakup plant sterol dan plant stanol. Bagaimana cara kerja plant stanol dan plant sterol? Pada tingkat molekuler, keduanya terlihat seperti kolesterol. Karena itu ketika melalui saluran pencernaan, tidak ada yang menghambat. Uniknya, plant stanol dan plant sterol ini bisa mencegah penyerapan kolesterol ke dalam aliran darah. Sehingga kolesterol berlebih tidak akan menyumbat arteri, melainkan keluar dari tubuh bersama dengan feses.

Dijelaskan dr Iwan Surjadi Handoko dari Kalbe Nutritionals, perbedaan plant stanol dan plant sterol hanyalah dalam struktur molekulernya. Untuk meningkatkan kelarutan dan daya kerjanya dalam menurunkan LDL (low density lipoprotein), plant stanol maupun plant sterol diubah bentuknya menjadi ester. Esterifikasi dilakukan dengan fatty acid.

"Saat ini, bentuk ester banyak digunakan dalam makanan fungsional untuk membantu menurunkan kadar kolesterol darah," kata dr Iwan dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Senin (21/9/2015).

Foto: Thinkstock


Lalu mana yang paling efektif, plant stanol ester atau plant sterol ester? Pada uji meta-analysis terbaru terungkap bahwa maksimal penurunan kolesterol setelah mengonsumsi plant stanol ester mencapai 18,3 persen. Sedangkan hasil penurunan kolesterol setelah mengonsumsi plant sterol ester hanya 10,7 persen.

Penelitian juga menyebut penurunan kolesterol bisa bertambah jika asupan plant stanol ester di atas 2 gram per hari. Namun efek yang sama tidak didapat dari penambahan asupan plant sterol ester.

Jadi plant stanol ester bekerja dengan mengurangi penyerapan kolesterol yang didapat dari makanan maupun yang secara alami diproduksi tubuh. Karena itu efek terbaik didapat jika dikonsumsi sebagai bagian dari makanan sehari-hari. Sebab plant stanol ester masuk dalam golongan bahan pangan fungsional, yang artinya bukan suplemen ataupun obat.

Foto: Thinkstock


Agar efektif menurunkan kadar kolesterol, manusia memerlukan dua gram plant stanol ester setiap hari. Dosis ini seperti yang direkomendasikan beberapa organisasi kesehatan seperti International Atherosclerosis Society, European Society of Cardiology & European Atherosclerosis Society, American Heart Association dan The Australian Heart Foundation.

Sebenarnya kandungan plant stanol aktif ada di alam. Namun untuk mendapat efek penurunan kolesterol dari konsumsi dua gram plnat stanol ester, Anda harus makan sumber itu dalam jumlah yang sangat banyak, mengingat kadar plant stanol ester dalam buah-buahan dan sayuran sangat sedikit. Kadar paling tinggi saja hanya sekitar 100 miligram. Jika ingin mendapat plant stanol ester secara alami, dalam sehari perlu diasup 500 kg jeruk atau 6 mangkuk oatmeal untuk efek yang sama.

(vit/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT