ADVERTISEMENT

Rabu, 04 Nov 2015 17:05 WIB

Anak Sakit karena Kangen

Saat Anak Kecil Kangen Ortu yang Sudah Meninggal

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Kangen para orang tua yang sedang jauh dari rumah, mengatasinya mudah karena cepat atau lambat pasti akan berkumpul lagi. Tapi bagaimana jika orang tua sudah pergi untuk selama-lamanya?

Menyampaikan pada si kecil tentang kematian tentu bukan hal yang mudah. Namun berbohong atau menyembunyikan kenyataan bahwa orang tua tidak akan pernah kembali lagi, juga bukan pilihan yang baik.

"Nggak boleh dibohongin. Beri tahu apa itu konsep meninggal dan kenapa orang-orang sedih. Tapi jangan didramatisir, yang rasional aja memberi tahunya," kata psikolog anak dan remaja Ratih Zulhaqqi, M.Psi, seperti ditulis pada Rabu (4/11/2015).

Baca juga: Saat Ortu Pergi Jauh, Lakukan Ini Biar Anak Tak Sakit karena Kangen 

Ada beberapa dampak negatif jika anak dibohongi soal kematian. Pertama, suatu saat ia akan merasa dikecewakan saat mengetahui kenyataan yang sebenarnya. Kedua, jika diam-diam ternyata si anak sudah tahu, maka dalam benaknya akan tertanam bahwa berbohong itu diperbolehkan.

"Kalau dia memang melihat kejadian mama, papa, atau anggota keluarga lain dikubur, dimandikan misal, tapi dia dibohongi, dia bisa mengambil kesimpulan bahwa berbohong itu boleh. Ada nilai di situ yang bisa diambil oleh anak," terang psikolog dari RaQQi - Human Development & Learning Centre ini.

Soal masa berkabung, tidak ada batasan waktu yang benar-benar baku. Jika Ratih menyebut maksimal 6 bulan, psikolog Ajeng Raviando dari Teman Sehati Konseling menyebut normalnya sekitar 3 bulan.

"Kalau selama 3 bulan anak masih berduka sih harus diajak sharing dan dikasih pengertian agar anak menerima kenyataannya," saran Ajeng.

Baca juga: Baju Bekas Orang Kesayangan Bisa Jadi 'Obat Kangen' Anak?  (up/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT