Rabu, 30 Des 2015 13:17 WIB

Asah Kemampuan Motorik Anak

Kemampuan Motorik Kasar Anak Terganggu Bila Keadaannya Seperti Ini

Radian Nyi Sukmasari, Martha Heriniazwi Dianthi - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Agar tumbuh kembang anak berjalan maksimal, stimulasi perlu diberikan. Salah satu yang terpenting adalah melatih kemampuan motorik halus dan kasar pada anak.

Namun meski sudah dilatih, terkadang orang tua masih dihadapkan pada persoalan lain, yaitu memastikan apakah tumbuh kembang anak sudah pada track yang benar atau belum.

Psikolog anak dan remaja, Ratih Zulhaqqi, M.Psi., dari RaQQi Human Development and Learning Centre mengatakan tahapan perkembangan anak dimulai dari usia nol hingga memasuki dua tahun.

"Perkembangan motorik kasar merupakan proses yang sejalan dengan bertambahnya usia balita, jadi perkembangan ini terjadi secara bertahap dan berhubungan," timpal dr Meta Hanindita, SpA dari RSUD Dr Soetomo kepada detikHealth dan ditulis Rabu (30/12/2015).

Dari tahun ke tahun, perkembangannya juga akan makin meningkat, mulai dari gerakan yang tidak terarah atau terorganisir ke arah yang lebih kompleks dan semakin lama semakin terampil.

Baca juga: Begini Lho Cara Mudah Asah Kemampuan Motorik Kasar si Kecil

Lantas bagaimana memastikan bila tumbuh kembang anak sudah pada track yang benar atau belum? Bila saja terjadi gangguan di tengah proses, orang tua bisa melihat hal ini pada anak, baik secara fisik maupun klinisnya.

"Bisa kita lihat, jika anak tidak mampu melakukan gerak motorik kasar tertentu sampai usia sekian atau adanya keterlambatan seorang anak dalam (mencapai, red) motorik kasarnya," papar dr Meta.
 
Ratih menambahkan, gerakan motorik anak yang kaku seperti belum dapat menggenggam sesuatu dengan baik atau cara jalan yang lambat juga bisa menunjukkan ada proses tumbuh kembang yang terhambat.

Baca juga: Tak Ribet Kok, Ini Cara Asah Kemampuan Motorik Halus Anak

Penyebabnya pun bisa beragam. Diungkapkan dr Meta, semisal gangguan tonus otot yang terjadi pada anak dengan Cerebral Palsy atau bisa juga hanya karena kurang stimulasi.

"Untuk mengatasinya tergantung penyebabnya. Konsultasikan saja terlebih dahulu," sarannya.
 
Menurut Ratih, solusi lain yang bisa diambil adalah dengan melakukan fisioterapi. Nantinya orang tua juga bisa bertukar pikiran dengan sang terapis tentang cara mengasah kemampuan motorik anak bila sempat terjadi 'jeda' seperti ini. (lll/up)