Kisah Aries, Mendorong Para Tunarungu Agar Berprestasi di Bidang Olahraga

ADVERTISEMENT

Semangat dalam Keterbatasan

Kisah Aries, Mendorong Para Tunarungu Agar Berprestasi di Bidang Olahraga

Martha Heriniazwi Dianthi - detikHealth
Rabu, 29 Jun 2016 15:35 WIB
Foto: Martha Heriniazwi Dianthi
Jakarta - Aries Prawoto (46) adalah seorang tunarungu. Namun namanya pernah tercatat sebagai atlet bulu tangkis tunarungu. Setelah gantung raket, Aries kini sibuk mendorong para tunarungu agar berprestasi di dunia olahraga.

Aries pernah dipercaya sebagai Ketua Perhimpunan Olahraga Tuna Rungu Indonesia (Porturin) Pusat pada 1992-1997. Namun kini dia giat sebagai Ketua Porturin DKI Jakarta.

"Rasa sosial dan amanah menjadi ketua membuat saya untuk membangkitkan prestasi anak-anak tuna rungu dan mengangkat harkat serta martabat anak-anak tuna rungu melalui olahraga," tutur Aries.

Baca juga: Ini Eka, Penyandang Tunanetra yang Serba Bisa

Menurut Aries, penyandang tunarungu di masa lalu sangat sulit untuk berprestasi, khususnya dalam bidang olahraga. Terlebih, pemerintah saat itu masih kurang memberikan perhatian pada atlet tunarungu.

"Untungnya saat ini pemerintah, khususnya DKI Jakarta, telah memberikan perhatian kepada para atlet tunarungu. Mulai dari pembinaan hingga terjalinnya kerjasama antara Porturin dan dinas olahraga dan pemuda DKI Jakarta untuk meningkatkan prestasi para atlet," lanjut Aries.

Arie menuturkan salah satu kesulitan dalam mengurus organisasi olahraga untuk tunarungu adalah mengharuskannya semua pengurus adalah tunarungu. Itu menjadi kendala lantaran sumber daya manusia (SDM) masih kurang mencukupi.

"Saya berusaha untuk mencari pengganti saya namun SDMnya masih kurang. Selain itu, masih banyak mereka yang tunarungu jika diajak ke pemerintah kurang percaya diri," tutur Aries.

Baca juga: Meski Berkaki Satu, Firdaus Gesit Mengendarai Sepeda Motor

Menurut Aries, kurangnya SDM dikarenakan masih banyak penyandang tunarungu yang belum mengerti apa itu sosialisasi. Tidak hanya itu, mereka juga masih belum percaya diri untuk menunjukkan diri.

"Masih ada juga orang yang mengalami tunarungu belum bisa ikhlas menerima kondisi mereka secara sepenuhnya," cerita Aries.

Aries berharap agar para tunarungu, khususnya yang memiliki bakat di bidang olahraga, bisa berprestasi layaknya orang berpendengaran normal. Apalagi jika atlet tunarungu mampu mengibarkan bendera Merah Putih di kancah internasional.

"Seperti beberapa waktu lalu saya bangga dan terharu saat para atlet tuna ungu berhasil menang dan mampu mengibarkan bendera Merah Putih serta lagu Indonesia Raya bisa diputar di Korea, Bulgaria, dan terakhir kemarin di Taiwan," tutup Aries. (vit/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT