Rabu, 03 Agu 2016 15:04 WIB

Serba-serbi Donor ASI

Risiko Sering Perah ASI untuk Didonorkan Saat Bayi Sudah Jarang Menyusu

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Si kecil sudah tak terlalu sering menyusu. Namun, ibu masih ingin mendonorkan ASI-nya sehingga ibu pun sering memompa ASI. Jika kondisinya seperti itu, apa risiko yang bisa terjadi?

dr I Gusti Ayu Nyoman Partiwi SpA mengungkapkan payudara jika terus-terusan dipompa tentunya tidak baik untuk kesehatan si ibu sendiri. Karena payudara akan terus dirangsang untuk menghasilkan ASI banyak, sehingga risiko mastitis pada ibu pendonor menjadi lebih tinggi.

"Misal ibu anaknya umur 9 bulan, namun masih mendonorkan, apa yang terjadi? Over suplai karena anaknya sudah makan tapi payudaranya sering diperah sehingga risiko mastitisnya tinggi. Sering diperah bikin pori-pori payudara membesar risiko penyakit masuk banyak, padahal bayinya sendiri nggak begitu butuh ASI banyak," terang dr Tiwi.

Baca juga: Faktor-faktor yang Bisa Bikin Ibu Produksi ASI dengan Jumlah Banyak

Dalam perbincangan dengan detikHealth, dr Tiwi menegaskan ketika mendonorkan ASI, salah satu pertimbangannya yakni ibu seharusnya tidak merugikan siapa-siapa, termasuk dirinya. Pemilik akun instagram @drtiwi itu mengatakan salah satu penyebab mastitis adalah suplai ASI banyak, namun yang keluar tidak sebanyak suplai sehingga terjadilah bendungan.

Ketika terjadi bendungan, maka bisa terjadi mastitis yaitu peradangan pada satu atau lebih segmen payudara yang disertai atau tidak disertai infeksi. Saat terjadi mastitis, bisa timbul bengkak seperti abses yang jika tidak cepat ditangani berpotensi bahaya. Selain itu, payudara yang diperah terus menerus maka pori-porinya lebih terbuka dan berpotensi menjadi jalan masuknya kuman.

Namun, dr Tiwi mengingatkan sebetulnya mastitis bisa dihindari. Bagaimana caranya? Menurut dr Tiwi, pelekatan anak ke payudara harus benar. Sebab, mastitis bisa terjadi karena pelekatan ibu dan anak tidak benar sehingga terjadi lecet.

"Dan saat lecet kuman gampang masuk. Kalau sudah lecet dan sakit sebaiknya ibu jangan terus menyusui lalu dibenarkan posisinya, dan diobati, jangan ditambah (lecetnya) dengan memompa. Penting diingat juga ibu kalau mau mompa ASI harus cuci tangan, tempatnya harus bersih karena bisa menjadi sumber infeksi," papar dr Tiwi.

Baca juga: Kriteria Bayi Seperti Ini yang Umumnya Butuh ASI Donor


(rdn/vit)