Senin, 18 Sep 2017 00:00 WIB

Bahaya Bila Anda Melewatkan Tabir Surya Setiap Hari

Advertorial - detikHealth
Jakarta -
Banyak orang mencari berbagai cara untuk melindungi kulitnya dari paparan sinar ultraviolet (UV) yang berbahaya. Salah satu caranya dengan menggunakan tabir surya atau losion pelindung kulit.

Bila kulit Anda tetap hitam bukan berarti tabir surya yang Anda gunakan tidak bermanfaat untuk kulit Anda. Menurut Dr Sri Prihianti Gondokaryono SpKK, seperti dikutip dari detikHealth Selasa (5/9/2017), kulit yang gelap akibat terpapar sinar matahari merupakan respons alami kulit. Hal itu tidak bisa dihindari oleh penggunaan tabir surya sekali pun.

"Kulit yang menjadi gelap itu adalah natural response dari kulit kita terhadap paparan sinar UV," jelas dokter yang akrab disapa Yanti ini. dr Yanti mengatakan itu saat ditemui dalam talkshow peluncuran kampanye NIVEA #ILOVEMYBODY, di Mall Taman Anggrek, Jakarta Barat, Jumat (25/8/2017).

Penggunaan tabir surya dinilai berhasil bila setelah terkena paparan sinar matahari langsung, kondisi kulit tidak kering dan tidak terasa perih. Meski kulit gelap orang Indonesia lebih terlindungi, namun penggunaan sunscreen atau sunprotector tetap penting untuk mencegah kerusakan kulit lebih lanjut.

"Kalau kulit jarang dilindungi dengan sun protection dalam jangka panjang, ini bisa menyebabkan beberapa hal. Efek sinar UV ke kulit adalah mempercepat penuaan, munculnya kerutan, flek tidak merata, kulit bertambah kasar, dan kendur. Hal paling membahayakan adalah kanker kulit," paparnya.

dr Yanti juga mengungkapkan cara untuk memvisualkan area dan dosis perlindungan kulit tubuh melalui visualisasi sinar UV yang dilakukan menggunakan UV camera. Semakin besar perlindungan yang dilakukan pada kulit, maka semakin terlihat hitam pekat di hasil foto.

Kampanye NIVEA #ILOVEMYBODY sekaligus digelar untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya perlindungan kulit tubuh yang tepat. Selain itu, kampanye yang menghadirkan kegiatan, seperti UV Photo Exhibition, UV Camera Exhibition, serta konsultasi dengan dokter kulit dan nutrisionis ini juga menganalisa foto hasil UV camera terkait perlindungan kulit.

UV camera mampu mengidentifikasi respons kulit terhadap paparan sinar matahari sebatas permukaan seperti titik hitam. Dari titik hitam itu diketahui bahwa area kulit yang terlindungi dengan tabir surya akan terlihat lebih gelap. Namun UV camera tidak dapat menginformasikan kesehatan kulit karena faktor internal seperti penuaan, kelembapan, kekencangan, dan perbedaan pigmentasi atau kulit belang.

Jika kulit Anda terlalu sering terpapar sinar UV dan Anda tidak berusaha untuk melindunginya dengan tabir surya, ke depannya Anda akan merasakan efek berbahaya lainnya.

"Bagaimana pun penggunaan tabir surya tetap penting. Yang direkomendasikan minimum SPF 30," pesannya.

Meskipun demikian, menurut dr Yanti, perlindungan sinar UV dengan tabir surya tidak hanya ditentukan oleh pemilihan nilai SPF.

"Nilai SPF dalam tabir surya yang tersedia di pasaran sangat beragam, dari 15 sampai 100. Untuk di negara tropis, minimal nilai yang direkomendasikan adalah SPF 30. Tapi supaya nilainya tidak berkurang, tabir surya harus sering di aplikasikan secara ulang dan digunakan dalam dosis yang cukup, yaitu dua sendok atau jari untuk seluruh tubuh," jelasnya.

Menurut dr Yanti, masyarakat di negara ASEAN memiliki kebiasaan unik dalam penggunaan tabir surya. Masih banyak orang yang menggunakan tabir surya melebihi dosis yang dianjurkan pada kemasannya.

"Ini yang jadi perhatian juga karena sering kali orang enggak pakai tabir surya sesuai dosis. Satu penelitian di negara ASEAN yang diukur setiap hari menemukan bahwa orang-orang hanya memakai tabir surya 30 persen sampai setengah dari dosis yang disarankan. Jadi kalau pakainya asal, tabir surya yang punya SPF 25 bisa jadi sama dengan SPF 12," pungkasnya.

Namun jangan berlebihan ketika kulit Anda tak kunjung cerah seperti yang Anda harapkan. Sekadar informasi, tabir surya sebaiknya digunakan pada pukul 10.00 – 14.00 siang. Selain itu, tabir surya juga baik digunakan sebelum Anda keluar rumah dan dioleskan kembali 2 jam setelahnya.
(adv/adv)