Selasa, 26 Feb 2019 00:00 WIB

Waspada! Ini Gejala Terinfeksi HIV pada Tubuh

Advertorial - detikHealth
Kenali gejala infeksi HIV sejak dini (Foto: Shutterstock) Kenali gejala infeksi HIV sejak dini (Foto: Shutterstock)
Jakarta -

Banyak orang yang tak sadar telah terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). Hal itu karena gejala HIV seringkali dianggap sebagai penyakit yang wajar, misalnya demam. Padahal kalau sudah terjangkit, HIV bisa menyerang sistem imun tubuh dan tidak dapat disembuhkan.

Jika tak segera ditangani, HIV bisa menyebabkan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) yang bisa membuat pengidapnya sangat rentan terhadap penyakit kronis dan akhirnya meninggal.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui gejala-gejala yang bisa jadi menunjukkan bahwa Anda terkena HIV. Berikut beberapa gejala umum lainnya yang sering terjadi pada orang yang terinfeksi HIV.

Demam atau Kedinginan

Demam ringan dengan temperatur 37,5-38,5 derajat celcius yang disertai rasa kedinginan merupakan gejala HIV yang paling umum. Hal ini karena tubuh sedang mencoba melawan benda asing yang seharusnya tidak ada dalam tubuh.

"Mungkin dengan menaikkan suhu badan menjadi salah satu cara membunuh virus-virus infeksi seperti pada kasus penyakit flu, namun tidak dengan HIV. Demamnya bisa berlangsung selama seminggu atau dua minggu, bisa juga muncul dalam sehari," ujar Direktur HIV-AIDS for Kaiser Permanente, Michael Horberg, MD, dikutip dari Women's Health.

Banyak Ruam di Tubuh

Beberapa orang yang mengalami gejala HIV menyadari munculnya ruam berwarna merah terang di seluruh tubuhnya. Ruam yang muncul merupakan ruam normal seperti yang kerap terjadi ketika tubuh mengalami reaksi atau alergi pada obat.

Biasanya ruam ini akan bertahan sekitar seminggu dan kebanyakan tidak gatal. Ruam ini merupakan reaksi dari demam yang dialami bersamaan dengan respons peradangan alamiah tubuh untuk melawan infeksi.

Mual, Muntah, dan Diare

Dalam rentang 30 hingga 60 persen, para pengidap HIV dalam tahap awal akan merasakan mual, muntah atau diare dalam waktu singkat. Gejala ini juga dapat muncul akibat terapi antiretroviral dan dalam kasus infeksi, biasanya sebagai akibat dari infeksi oportunistik. Diare yang dialami juga biasanya tidak berhenti dan tidak merespons pada semua penanganan.

Leher, Ketiak, dan Paha Bawah Bengkak

Kelenjar limfe merupakan kelenjar yang memproduksi sel-sel pelawan infeksi. Kelenjar yang terletak di leher, ketiak dan paha bawah ini bekerja sangat keras pada pengidap HIV. Oleh karena itu, sepertiga orang yang terinfeksi virus tersebut menyadari bahwa kelenjar ini terlihat lebih besar dari ukuran normal.

Candidiasis

Candidiasis atau infeksi ragi merupakan kondisi ketika jamur bernama candida berukuran mikroskopik menyebar tidak terkontrol. Jamur ini hidup di tempat lembap seperti mulut dan vagina. Hal ini menandakan kemampuan alamiah tubuh dalam melawan infeksi lain sedang diserang. Sel-sel B dan T dalam tubuh pun ditekan karena bekerja untuk hal yang lain.

Walau begitu, ada juga kondisi lain yang bisa menyebabkan terjadinya infeksi ini, salah satunya diabetes. Namun kadang wanita tanpa riwayat penyakit apapun juga bisa terkena candidiasis.

Berat Badan Turun Drastis

Pada stadium akhir, HIV yang tidak tertangani dapat menyebabkan berat badan turun drastis. Kondisi ini membuat massa otot dan lemak berkurang karena virus yang menyebabkan nafsu makan hilang dan mencegah tubuh untuk menyerap nurtrisi.

Jumlah berat badan yang turun beragam tapi sangat menonjol dan sering terjadi setelah beberapa waktu. Namun kondisi ini tidak terjadi pada pengidap HIV yang telah ditangani dengan baik menggunakan obat-obatan modern.

Batuk Kering

Batuk kering bahkan sering dianggap sebelah mata oleh kebanyakan orang. Namun jika berlangsung selama hampir setahun dan malah memburuk, bisa berarti merupakan gejala HIV. Apalagi kalau tidak mempan dengan obat-obatan. Kondisi ini pun sangat umum terjadi pada pasien HIV yang serius.

Perubahan Kuku

Tanda lain dari infeksi HIV yang sudah menginjak stadium lanjut adalah perubahan pada kuku. Misalnya seperti clubbing atau kuku menebal dan membulat, terpisah, atau berubah warna menjadi hitam atau cokelat. Kondisi ini seringkali disebabkan oleh infeksi jamur seperti candida. Penderita dengan sistem imun yang terkuras akan lebih rentan pada infeksi jamur.

Gejala-gejala tersebut memang umum dialami oleh orang yang terinfeksi HIV. Namun satu-satunya cara untuk mengetahui Anda mengidap HIV atau tidak adalah dengan melakukan tes. Semakin cepat melakukan tes, semakin baik pula untuk Anda agar mengetahui langkah yang harus diambil kelak.

Salah satu tes yang bisa dilakukan adalah dengan HIV Test sebagai tahap screening awal. Namun kini Anda juga bisa melakukan tes HIV sendiri di rumah menggunakan OneStep. Alat uji HIV ini bisa memberikan hasil tes HIV dengan cepat hanya dalam kurun waktu 10-15 menit saja.

Tesnya pun sangat sederhana, yakni dengan mengambil sample darah dan diteteskan ke dalam cawan di Casette yang disediakan. Lalu, masukkan cairan Buffer ke dalam cawan tersebut. Tunggu hasilnya selama 10-15 menit.

Penggunaan OneStep pun bisa dilakukan di rumah secara pribadi. Bahkan, alat deteksi awal HIV ini telah lulus reagensia HIV oleh RSCM dan mendapatkan nomor izin edar Depkes.

Hasil positif dengan tes ini tidak berarti bahwa Anda sudah pasti terinfeksi HIV, melainkan menyatakan bahwa pengujian tambahan di laboratrium harus dilakukan untuk memastikan hasil. Cari tahu lebih banyak tentang OneStep di sini.

(adv/adv)