Menu berbuka puasa yang seringkali berupa minuman dan makanan manis, dingin atau hangat memang sangat berpotensi memicu rasa ngilu pada gigi sensitif . Rasa ngilu tersebut merupakan akibat dari terkikisnya email gigi yang membuat lapisan di bawahnya yaitu dentin lebih terekspos. Dentin memiliki tabung-tabung kecil yang langsung terhubung dengan syaraf gigi sehingga ketika makanan bersifat asam, manis, atau bersuhu panas dan dingin ekstrim menyentuh gigi, syaraf gigi akan terangsang.
Selain itu saat berpuasa, tidak ada makanan atau minuman yang masuk melalui rongga mulut sehingga gerakan mengunyah lebih berkurang. Kondisi tersebut menyebabkan produksi air liur (saliva) yang dapat melindungi gigi berkurang dan rongga mulut menjadi lebih kering. Oleh karena itulah, pada masa berpuasa gigi sensitif rentan kambuh. Untuk menjaga kesehatan gigi sensitif selama Ramadan dan mencegah timbulnya rasa ngilu, ikuti beberapa tips berikut:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Air memiliki banyak manfaat bagi tubuh terlebih saat berpuasa. Asupan air yang cukup dapat memastikan tubuh tidak kekurangan cairan dan metabolisme tubuh tetap seimbang. Selain itu minum banyak air putih dapat mencegah rongga mulut kering selama berpuasa. Air putih dapat membantu produksi air liur sehingga gigi sensitif tetap terlindung.
2. Jangan terlalu sering menggunakan obat kumur
Penggunaan obat kumur selama berpuasa memang tidak dilarang tapi sebaiknya dikurangi. Meski dapat membantu menyegarkan nafas, beberapa obat kumur yang tersedia di pasaran mengandung alkohol dan kimia lainnya. Kandungan tersebut dapat membuat email gigi semakin terkikis. Penderita gigi sensitif sebaiknya berkonsultasi pada dokter gigi dan meminta rekomendasi obat kumur yang cocok.
3. Hindari rokok, makanan dan minuman mengandung asam
Rokok jelas merupakan musuh utama kesehatan gigi dan mulut. Rokok memiliki kandungan nikotin dan tar yang selain merubah warna gigi menjadi kekuningan, juga dapat menimbulkan tumpukan plak. Sementara minuman mengandung asam (acid) seperti kopi, soda atau jus buah dalam kemasan dapat memicu timbulnya rasa ngilu pada gigi sensitif . Berkumurlah dengan air putih setelah mengkonsumsi makanan dan minuman mengandung asam atau netralisir dengan segelas susu. Selain kebutuhan kalsium terpenuhi, gigi terlindung dari rasa ngilu.
4. Perbanyak asupan makanan yang sehat untuk gigi
Saat sahur dan berbuka perbanyak konsumsi makanan yang baik bagi kesehatan gigi seperti keju, daging ayam, daging sapi, kacang-kacangan dan susu. Makanan-makanan ini mengandung kalsium dan fosfor yang dipercaya dapat menjaga email gigi dan membantu pembentukan lapisan mineral alami gigi.
5. Rutin sikat gigi minimal dua kali sehari
Meski konsumsi makanan lebih berkurang saat berpuasa, kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari tidak boleh ditinggalkan. Usahakan selalu menyikat gigi setelah sahur dan sebelum tidur agar bersih dari sisa makanan yang menempel. Sikatlah gigi secara perlahan dengan gerakan memutar. Jangan lupa gunakan sikat lembut dan pasta gigi khusus gigi sensitif seperti Sensodyne Repair & Protect.
Pasta gigi ini diformulasikan dengan teknologi NovaMin yang memiliki kandungan Sodium Calcium Phosphosilocate. Apabila bercampur dengan saliva kandungan ini dapat membentuk kembali lapisan mineral gigi yang 1,5x lebih kuat dari lapisan mineral alami.
Untuk perlindungan gigi sensitif setiap hari selama bulan Ramadan Sensodyne Repair & Protect tersedia juga dalam beberapa varian lainnya seperti Sensodyne Repair & Protect Extra Fresh dan Sensodyne Repair & Protect Whitening. Sensodyne Repair & Protect Extra Fresh dapat memberi kesegaran tahan lama pada mulut. Sementara untuk mengembalikan warna putih alami gigi gunakan Sensodyne Repair & Protect Whitening.(adv/adv)











































