Rekomendasi yang dimuat dalam jurnal Pediatrics ini mengubah pedoman tahun 1992 yang merekomendasikan bahwa anak-anak sebaiknya diperiksa kolesterolnya hanya jika terdapat riwayat kolesterol tinggi atau penyakit jantung pada keluarganya.
"Tapi panel memutuskan untuk mendorong perluasan itu karena bukti penelitian yang telah dihimpun menunjukkan bahwa kolesterol tinggi pada anak dapat menyebabkan tanda-tanda awal penyakit jantung, sedangkan pendekatan yang ditargetkan tidak bekerja dengan baik. Sementara itu, beberapa anak dengan kolesterol tinggi dapat memperoleh manfaat dari pola makan yang baik dan olahraga," kata Stephen R. Daniels dari University of Colorado, pemimpin panel seperti dilanisr washingtonpost, Senin (12/12/2011).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nortin M. Hadler, profesor kedokteran di University of North Carolina di Chapel Hill, mengatakan bahwa dia sangat keberatan dengan rekomendasi baru ini. Menurutnya, kadar kolesterol tinggi tidak selalu menyebabkan penyakit jantung.
(ir/ir)











































