Nukleotida merupakan protein yang dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat memperkuat kekebalan tubuh dan mempromosikan kesehatan sistem pencernaan, terutama pada usia-usia pertumbuhan, sekitar 1 hingga 3 tahun.
Jenis protein ini terkandung di dalam ASI (air susu ibu), namun bila sang anak tak cukup mendapatkan ASI, susu balita tertentu sudah dapat menyediakannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dr. Soedjatmiko menjelaskan nukleotida adalah jenis protein yang dapat merangsang sel-sel pertahanan leukosit dan limfosit. Sel-sel ini juga dirangsang oleh vaksin atau imunisasi yang diberikan pada anak.
Nukleotida dan vaksin kemudian akan bersinergi menghasilkan kekebalan tubuh yang baik. Oleh karena itu, pada anak yang tercukupi nukleotida, vaksin akan bekerja lebih baik tapi bukan berarti nukleotida dapat menggantikan fungsi vaksin.
Nukleotida sebenarnya bisa diproduksi oleh tubuh, tapi pada masa pertumbuhan kadang-kadang nutrisi ini tidak cukup sehingga dibutuhkan dari susu tambahan.
"Nukleotida dan vaksin itu bersinergi tapi tidak dapat menggantikan fungsi vaksin," jelas Dr. Soedjatmiko, yang juga merupakan Sekretaris Satgas Imunisasi PP IDAI.
Selain membuat fungsi vaksin lebih optimal, protein nukleotida juga mempromosikan kesehatan pencernaan dan usus yang baik, meningkatkan penyerapan zat besi yang membuat anak menjadi lebih cerdas dan aktif.
(mer/ir)











































