Anak Cenderung Jadi Badung Kalau Tidurnya Sering Ngorok

Anak Cenderung Jadi Badung Kalau Tidurnya Sering Ngorok

Rahma Lillahi S, AN Uyung P - detikHealth
Kamis, 16 Agu 2012 17:35 WIB
Anak Cenderung Jadi Badung Kalau Tidurnya Sering Ngorok
(Foto: Thinkstock)
Jakarta - Ngorok atau mendengkur bukan cuma masalah orang dewasa, anak-anak juga sudah banyak yang mengalaminya di usia yang masih sangat muda. Parahnya, mendengkur pada anak-anak juga berhubungan dengan perilaku yang tidak baik alias badung.

Memang tidak selalu badung, gangguan perilaku pada anak yang berhubugnan dengan tidur mendengkur cukup beragam.

Sebuah penelitian menyebutkan, anak-anak yang mendengkur lebih dari 2 kali dalam sepekan juga mengalami hiperaktivitas, susah memusatkan perhatian dan rentan depresi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para ilmuwan meyakini, gangguan perilaku pada anak-anak yang tidurnya mendengkur berhubungan erat dengan pernapasan yang tidak lancar sehingga otak kekurangan oksigen. Dilihat dari penyebabnya, dengkuran memang terjadi akibat penyempitan saluran napas.

Dr Dean Beebe, seorang ahli neuropsikologi dari Cincinnati untuk pertama kalinya melakukan pengamatan terhadap 249 anak yang tidurnya mendengkur.

Hasil pengamatan menunjukkan, anak usia 2-3 tahun yang mendengkur lebih dari 2 kali sepekan cenderung mengalami gangguan perilaku.

Kalau hanya sesekali, Dr Beebe mengatakan bahwa mendengkur pada anak-anak bisa dianggap wajar. Meski begitu gangguan ini harus diwaspadai sebab diperkirakan 1 dari 10 anak selalu atau terlalu sering tidur dengan mendengkur dan berisiko mengalami gangguan kesehatan yang lain.

"Beberapa anak sering mendengkur dan film-film kartun membuat dengkuran kelihatan imut atau lucu," kata Dr Beebe seperti dikutip dari Dailymail, Kamis (16/8/2012).

Menariknya, Dr Beebe juga mengaitkan temuannya ini dengan riwayat pemberian Air Susu Ibu (ASI).

Menurutnya, makin lama anak-anak disusui oleh ibunya maka risiko untuk tidur mendengkur makin kecil karena ASI bisa mengurangi risiko kegemukan yang memicu ngorok.

Faktor lain yang berpengaruh menurut Dr Beebe adalah sosial ekonomi. Makin tinggi status sosial dan ekonomi sebuah keluarga maka risiko anaknya mendengkur cenderung lebih rendah. Hal ini berkaitan dengan tingkat pendidikan dan pengetahuan tentang kesehatan.

(up/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads