"Jadi kalau anak sering demam, coba dicek dulu giginya," kata Prof Heriandi S, drg. SP. KGA (K), PHD.
Hal itu disampaikan dia dalam seminar bertajuk 'Gigiku Sehat Tubuhku Kuat' di Auditorium Sekolah Islam Dian Didaktika, Jl Rajawali Blok F No. 16 Cinere Estate, Depok, Jawa Barat, dan ditulis pada Minggu (24/2/2013).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dibiarkan gigi bolong akan menjadi masalah. Ini bisa mengurangi kualitas hidup," sambung Prof Heriandi.
Dia menjelaskan saat gigi sakit, anak-anak cenderung tidak mau makan. Karena asupan makanan terganggu, zat-zat yang diperlukan tubuh anak juga tidak bisa maksimal. Sehingga gigi berlubang kadang terkait dengan bobot dan tinggi anak.
"Kalau gigi karies, kesehatan tubuh bisa terganggu. Bisa terjadi penyebaran infeksi ke organ tubuh lain seperti jantung, hati, ginjal, sendi, mata, dan sebagainya," papar alumnus Okayama University Dental School Jepang ini.
Prof Heriandi pun mewanti-wanti agar jangan mempertahankan gigi berlubang. Sebab lubang gigi akan semakin besar jika dibiarkan tanpa perawatan memadai. Yang lebih membahayakan jika gigi berlubang itu 'menular' ke gigi lainnya.
"Klau dibiarkan, bakteri penyebab infeksi pada gigi melalui pembuluh darah bisa masuk keginjal, jantung, dan lain-lain," terangnya.
"Pernah ada kasus di RSCM, orang yang jiwanya terganggu. Saat dicek semua oragn tubuhnya baik-baik saja, kecuali ada gigi yang busuk. Ternyata gigi itu penyebab gangguannya," imbuh Prof Heriandi.
(vta/vta)











































