Jauhkan dari Sumber Alergen, Risiko Asma Berkurang Separuh

Jauhkan dari Sumber Alergen, Risiko Asma Berkurang Separuh

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Senin, 25 Mar 2013 13:30 WIB
Jauhkan dari Sumber Alergen, Risiko Asma Berkurang Separuh
(Foto: Thinkstock)
Jakarta - Karena sistem kekebalan tubuhnya yang masih rendah, anak-anak cenderung rentan terserang berbagai jenis alergi, seperti alergi kacang. Beruntung sebuah studi mengklaim menemukan cara terbaik untuk mencegah alergi dan asma pada anak yaitu dengan menghindarkan anak dari sumber alergen sejak dini.

Dengan kata lain melindungi dan menjauhkan anak dari berbagai makanan yang diduga menjadi penyebab alergi dan tungau debu sejak tahun pertama kehidupannya dapat mencegah munculnya penyakit asma pada masa kanak-kanak mereka. Bahkan menurut peneliti, risiko asma anak akan berkurang hingga separuh jika kontak anak terhadap pemicu alergi dikurangi sejak dini.
 
Temuan ini tentu berlawanan dengan teori 'hygiene hypothesis’ yang memaparkan bahwa paparan sumber alergen sejak dini akan mengurangi risiko seorang anak dari asma dan alergi.

"Kendati kondisi genetik dikatakan sebagai faktor risiko asma paling signifikan pada anak-anak, tapi tak dapat dipungkiri jika faktor lingkungan memegang komponen yang sama kritisnya," tandas Profesor Hasan Arshad, seorang dokter spesialis alergi dari Southampton General Hospital dan memimpin studi yang dilakukan selama 23 tahun tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lagipula walaupun studi ini skalanya kecil, kami berhasil menemukan bahwa risiko asma anak bisa berkurang hingga lebih dari 50 persen jika kita mengendalikan faktor lingkungan pada anak tersebut," tambahnya.
 
Kesimpulan ini diperoleh setelah peneliti mengamati 120 pasien dengan riwayat keluarga pengidap alergi. Setiap partisipan direkrut untuk terlibat dalam studi ini sejak lahir agar peneliti dapat mencari tahu apakah ibu yang memberikan ASI pada anaknya dan menghindari produk susu, telur, kedelai, ikan dan kacang-kacangan, termasuk menggunakan penutup kasur dari vinyl dan pestisida untuk membunuh tungau debu di rumah dapat menurunkan risiko anaknya dari asma atau tidak.

Kemudian peneliti terus melakukan follow-up ketika partisipan menginjak usia dua, tiga, empat, delapan dan 18 tahun. Dari situ peneliti menemukan hanya 11 persen partisipan yang ibunya melakukan tindakan pencegahan yang terserang asma pada usia 18 tahun daripada partisipan lain yang secara alami terpapar alergen. Pasalnya partisipan yang terpapar alergen sejak kecil dan terkena asma dalam studi ini angkanya mencapai 25 persen.
 
"Dengan memperkenalkan kombinasi pola makan dan strategi pencegahan terhadap kondisi lingkungan sepanjang tahun pertama kehidupan si anak, kami percaya kemunculan penyakit asma pada masa kanak-kanak hingga mencapai usia 18 tahun dapat dicegah," tandas Arshad yang juga kepala divisi alergi dan imunologi dari University of Southampton seperti dilansir dari Daily Mail, Senin (25/3/2013).

Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Thorax.



(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads