Proses fermentasi dalam berbagai produk probiotik memang membutuhkan gula. Namun apakah benar semua gula yang ada dalam produk probiotik benar-benar dibutuhkan oleh bakteri, atau ada yang memang ditambahkan untuk kebutuhan memperbaiki cita rasa?
Guru Besar Mikrobiologi Universitas Indonesia, Prof Dra Wellyzar Sjamsuridzal, M.Sc, PhD, menjelaskan, konsentrasi gula sekitar 4-6 persen dalam berbagai penelitian merupakan rentang optimal untuk menjaga viabilitas bakteri sekaligus menghasilkan fermentasi yang stabil. Artinya, pada kadar itulah gula benar-benar dibutuhkan agar bakteri tetap hidup.
Viabilitas mengacu pada kemampuan mikroorganisme untuk tetap hidup sejak proses produksi hingga dikonsumsi. Hal ini penting karena menurut definisi FAO (Food and Agriculture Organization) dan WHO (World Health Organization), probiotik hanya dapat memberikan manfaat apabila dikonsumsi dalam keadaan hidup dan dalam jumlah yang cukup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prof Wellyzar mengakui, memang ada dua fungsi gula dalam produk probiotik. Selain untuk mendukung proses fermentasi, sebagian di antaranya memang ditambahkan untuk kebutuhan yang lain, yakni menutupi rasa produk yang cenderung asam.
"Ketika probiotik dihantarkan ke dalam pencernaan dalam bentuk makanan, maka rasa produk tersebut harus dapat diterima oleh yang mengonsumsinya," terang Prof Wellyzar kepada detikcom, menjelaskan fungsi lain dari penambahan gula.
Risiko Gula Berlebih
Meski probiotik diyakini punya manfaat bagi usus dan pencernaan, kandungan gula yang tinggi tidak bisa begitu saja diabaikan. Konsultan endokrin, metabolik, dan diabetes, dr Dicky Levenus Tahapary, SpPD-KEMD, mengingatkan, produk probiotik dengan kandungan gula tinggi tetap tidak disarankan untuk dikonsumsi secara berlebihan.
"Meningkatkan risiko sih. Kita ada penelitiannya, konsumsi minuman-minuman manis itu meningkatkan risiko diabetes," kata dr Dicky kepada detikcom, Kamis (11/6/2026).
Menurut dr Dicky, produk probiotik idealnya tidak dijadikan solusi instan. Tanpa ada perubahan gaya hidup, risiko yang muncul akibat kandungan gula yang tinggi tidak sebanding dengan manfaatnya yang cenderung hanya bersifat sementara.
"Sebenarnya, menjaga pola hidup yang sehat jauh lebih penting dibandingkan minum probiotik," kata dr Dicky.
Simak Video "Video: Takjil Kurma Ditambah Butter, Berapa Kalorinya?"
[Gambas:Video 20detik]
(fti/up)











































