Buah nanas sudah lama dikenal kaya nutrisi. Rasanya segar, mengandung vitamin C, dan sering dikaitkan dengan manfaat untuk pencernaan. Hal yang jarang disadari, bagian kulitnya juga menyimpan potensi yang tidak kalah menarik.
Kulit nanas ternyata bisa dimanfaatkan menjadi minuman fermentasi bernama tepache. Minuman tradisional asal Meksiko ini dibuat dari kulit nanas yang direndam bersama air dan gula lalu dibiarkan berfermentasi beberapa hari. Hasilnya adalah minuman segar dengan rasa manis dan sedikit asam.
Pemanfaatan kulit nanas ini mulai dilirik karena kandungan enzim, antioksidan, dan mikroorganisme alami yang muncul selama fermentasi. Kombinasi ini sering dikaitkan dengan kesehatan pencernaan dan daya tahan tubuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Minuman seperti tepache terasa relevan setelah periode makan berat seperti Lebaran. Hidangan bersantan, daging berlemak, dan kue manis sering membuat pencernaan bekerja lebih keras. Kondisi ini kadang memicu perut kembung, sembelit, rasa tidak nyaman di lambung, hingga tubuh terasa mudah lelah.
Fermentasi dari kulit nanas menghadirkan bakteri baik yang membantu menyeimbangkan kembali lingkungan usus. Saat pencernaan mulai kembali stabil, tubuh biasanya terasa lebih ringan setelah beberapa hari pola makan yang cukup berat selama Lebaran.
Kalium Membantu Atasi Hipertensi
Studi ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal Eduhealth tahun 2025 menunjukkan bahwa kulit nanas tinggi kandungan kaliumnya. Mineral ini berperan dalam membantu menjaga keseimbangan cairan serta mendukung fungsi sistem peredaran darah.
Kalium dikenal memiliki peran dalam membantu mengontrol tekanan darah. Asupan kalium yang cukup membantu tubuh menyeimbangkan kadar natrium sehingga tekanan pada pembuluh darah dapat berkurang. Kondisi ini penting terutama setelah periode makan dengan kandungan garam dan lemak yang tinggi seperti saat Lebaran.
Hidangan khas Lebaran sering diolah dengan santan, garam, serta bumbu yang cukup kuat. Konsumsi makanan seperti ini dalam beberapa hari dapat membuat tekanan darah meningkat pada sebagian orang. Minuman fermentasi dari kulit nanas seperti tepache menghadirkan mineral dan senyawa alami yang membantu tubuh kembali menyeimbangkan metabolisme setelah pola makan berat.
Fermentasi Kulit Nanas Memperbaiki Keseimbangan Mikrobiota Usus
Penelitian dalam jurnal Nutrients tahun 2022 menunjukkan bahwa makanan dan minuman fermentasi dapat membantu meningkatkan keragaman dan keseimbangan mikrobiota usus. Keragaman bakteri baik (probiotik) ini berkaitan dengan kesehatan pencernaan serta sistem kekebalan tubuh.
Perubahan pola makan selama Lebaran sering memengaruhi keseimbangan bakteri di usus. Konsumsi makanan tinggi lemak dan gula dalam beberapa hari membuat pencernaan bekerja lebih berat dari biasanya. Kondisi ini sering memicu keluhan seperti perut kembung, sembelit, atau rasa penuh di perut.
Tepache menghadirkan bakteri baik dari proses fermentasi kulit nanas. Kehadiran mikroorganisme ini membantu lingkungan usus kembali seimbang sehingga pencernaan terasa lebih nyaman.
Enzim Bromelain Membantu Atasi Sembelit
Penelitian dalam jurnal Food Chemistry menjelaskan bahwa nanas mengandung enzim bromelain yang membantu memecah protein selama proses pencernaan. Enzim ini banyak dikaitkan dengan kemampuan tubuh dalam mengolah makanan tinggi protein. Beberapa penelitian juga menunjukkan bromelain memiliki sifat antiinflamasi yang membantu meredakan peradangan ringan di dalam tubuh.
Hidangan Lebaran sering mengandung protein dan lemak dalam jumlah cukup tinggi. Tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk mencerna jenis makanan ini. Situasi tersebut kadang menimbulkan rasa penuh di perut, kembung, hingga buang air besar yang tidak lancar.
Efek antiinflamasi dari bromelain juga sering dikaitkan dengan kemampuannya membantu meredakan rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan setelah makan berat. Kondisi pencernaan yang lebih tenang membantu pergerakan usus kembali normal. Maka dari itu, ramuan tepache sering dikaitkan dengan manfaat membantu mengatasi sembelit yang muncul setelah periode makan berat seperti saat Lebaran.
Antioksidan Membantu Netralkan Radikal Bebas
Penelitian dalam jurnal Eduhealth tahun 2025 menyatakan bahwa kulit nanas mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti antioksidan. Penelitian di jurnal lain mengatakan bahwa proses fermentasi pada buah dapat meningkatkan kandungan senyawa fenolik dan aktivitas antioksidan. Senyawa ini berperan membantu menetralkan radikal bebas yang terbentuk selama proses metabolisme di dalam tubuh.
Radikal bebas dapat meningkat ketika tubuh menerima asupan lemak dan gula dalam jumlah tinggi. Pola makan seperti ini sering terjadi selama Lebaran saat hidangan bersantan, gorengan, dan kue manis dikonsumsi lebih sering dari biasanya. Kondisi tersebut membuat metabolisme bekerja lebih keras sehingga tubuh bisa terasa mudah lelah dan pencernaan terasa kurang nyaman.
Minuman fermentasi seperti tepache menghadirkan kombinasi probiotik dan antioksidan dari buah nanas. Kandungan ini membantu tubuh menghadapi radikal bebas sekaligus mendukung keseimbangan pencernaan. Saat kondisi pencernaan kembali stabil, tubuh biasanya terasa lebih ringan setelah beberapa hari pola makan yang cukup berat selama Lebaran.











































