Saat mendengar kata probiotik, banyak orang mungkin langsung teringat pada yogurt. Dilematis, karena produk yang seharusnya menyehatkan pencernaan ini identik dengan kandungan gula yang tinggi.
Faktanya, sumber probiotik tidak hanya berasal dari produk susu fermentasi. Sejumlah makanan yang akrab di meja makan masyarakat Indonesia, seperti tempe dan tape singkong, juga mengandung mikroorganisme yang bermanfaat bagi kesehatan.
Guru Besar Mikrobiologi Universitas Indonesia, Prof Dra Wellyzar Sjamsuridzal, M.Sc., PhD, menjelaskan probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang dapat memberikan manfaat kesehatan apabila dikonsumsi dalam jumlah yang cukup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Probiotik adalah mikroorganisme yang hidup, yang jika dikonsumsi dalam jumlah cukup, memberikan manfaat kesehatan bagi manusia dengan menyeimbangkan mikrobiota usus dan menekan pertumbuhan bakteri yang patogen," ujar Prof Wellyzar dalam paparannya, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, menjaga keseimbangan mikrobiota usus penting karena mikroorganisme di dalam saluran pencernaan berperan dalam berbagai fungsi tubuh, mulai dari membantu pencernaan, mendukung sistem imun, hingga memengaruhi metabolisme.
Prof Wellyzar mengatakan sumber probiotik sebenarnya cukup beragam. Ia menyebut kefir, tempe, dangke, tape singkong, miso, natto, kombucha, yogurt, kimchi, sauerkraut, tradisional buttermilk, hingga pickles sebagai contoh makanan yang mengandung probiotik.
Dari berbagai makanan tersebut, berikut lima sumber probiotik yang relatif mudah ditemukan dan menarik untuk diketahui manfaat kesehatannya.
1. Tempe
Tempe merupakan makanan fermentasi khas Indonesia yang dibuat dari kedelai dengan bantuan jamur Rhizopus. Selain menjadi sumber protein nabati, tempe juga mengandung mikroorganisme hasil fermentasi yang dapat mendukung kesehatan saluran cerna.
Dalam paparannya, Prof Wellyzar memasukkan tempe sebagai salah satu makanan yang mengandung probiotik.
Tempe juga kaya akan protein, serat, vitamin B, serta mineral seperti zat besi dan magnesium. Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, produk kedelai fermentasi seperti tempe dapat menjadi bagian dari pola makan sehat karena mengandung protein berkualitas tinggi dan berbagai senyawa bioaktif.
2. Tape Singkong
Tape singkong dibuat melalui proses fermentasi dengan bantuan ragi yang mengubah sebagian pati menjadi gula sederhana, sehingga menghasilkan rasa manis yang khas.
Prof Wellyzar menyebut tape singkong sebagai salah satu pangan yang mengandung probiotik. Ia menjelaskan tape, baik yang dibuat dari singkong maupun beras ketan, mengandung khamir (yeast) dan bakteri asam laktat (BAL). Pada tape yang masih segar, mikroorganisme tersebut masih hidup sehingga dapat menjadi sumber probiotik alami.
Tape dapat dikonsumsi langsung sebagai camilan atau diolah menjadi berbagai hidangan, seperti es tape, kolak tape, bolu tape, dan tape goreng. Selain itu, tape juga lebih mudah dicerna dibanding singkong biasa karena sebagian karbohidratnya telah dipecah selama fermentasi. Meski demikian, tape tetap sebaiknya dikonsumsi secukupnya karena mengandung gula yang terbentuk secara alami selama proses tersebut.
3. Kombucha
Kombucha adalah minuman fermentasi yang umumnya dibuat dari teh hitam atau teh hijau yang difermentasi menggunakan kultur bakteri dan ragi.
Minuman ini mengandung berbagai senyawa hasil fermentasi, termasuk asam organik dan mikroorganisme yang berpotensi mendukung kesehatan usus. Prof Wellyzar juga memasukkan kombucha dalam daftar makanan dan minuman yang mengandung probiotik.
Kombucha dapat menjadi salah satu sumber probiotik, meski jumlah dan jenis mikroorganismenya dapat berbeda-beda tergantung proses pembuatannya. Karena itu, manfaat kesehatannya juga dapat bervariasi antar produk.
4. Kimchi
Kimchi merupakan makanan fermentasi khas Korea yang biasanya dibuat dari sawi putih, lobak, dan berbagai bumbu.
Selama proses fermentasi, kimchi menghasilkan bakteri asam laktat yang berperan sebagai probiotik. Selain itu, karena berbahan dasar sayuran, kimchi juga mengandung serat yang dapat menjadi makanan bagi bakteri baik di usus.
Menurut National Institutes of Health, kimchi termasuk salah satu pangan fermentasi yang mengandung mikroorganisme bermanfaat. Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi kimchi berpotensi mendukung kesehatan pencernaan dan sistem imun, meskipun efeknya dapat berbeda pada setiap individu.
5. Yogurt
Yogurt merupakan salah satu sumber probiotik yang paling populer. Produk ini dibuat melalui fermentasi susu menggunakan bakteri, seperti Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus.
Menurut National Institutes of Health, yogurt dengan kultur hidup dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus dan mendukung kesehatan pencernaan. Selain itu, yogurt juga mengandung protein, kalsium, vitamin B2, dan vitamin B12 yang dibutuhkan tubuh.
Prof Wellyzar mengatakan yogurt berperan sebagai sumber protein dan kalsium yang baik untuk kesehatan tulang, otot, dan metabolisme tubuh.
"Yogurt juga lebih mengenyangkan karena kandungan protein dan lemaknya sekaligus mengandung probiotik. Dapat menjadi makanan sekaligus minuman, cocok untuk sarapan atau camilan bernutrisi," ujar Prof Wellyzar.
Namun belakangan, kandungan gula yang tinggi membuat produk semacam ini makin disorot. Sumber probiotik yang lebih alami seperti tempe kini mulai dilirik karena dinilai bisa memberikan manfaat yang sama tanpa dihantui risiko kelebihan gula.
Simak Video "Video: Dokter Tegaskan Makan Daging Bukan Pemicu GERD!"
[Gambas:Video 20detik]
(fti/up)











































