Psikolog: Tak Semua Anak Autis Suka Kabur dari Rumah

Bocah Autis Kabur dari Rumah (4)

Psikolog: Tak Semua Anak Autis Suka Kabur dari Rumah

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Rabu, 01 Mei 2013 13:32 WIB
Psikolog: Tak Semua Anak Autis Suka Kabur dari Rumah
Fay di sekolah (Dok: pribadi / Dinda Annisa)
Jakarta -

Fay, gadis remaja penyandang autis kabur dari Cibinong sebelum akhirnya ditemukan di Penggilingan, Jakarta Timur. Dalam beberapa kasus, anak-anak yang menghilang dari rumah juga menyandang autis. Apakah anak autis memang suka kabur?

"Ya memang ada beberapa, tetapi yang saya tahu tidak semua anak autis seperti itu (suka kabur)," kata Dr Adriana Ginanjar, MSc, psikolog yang juga Koordinator Klinik Terpadu Mandiga untuk anak berkebutuhan khusus, saat dihubungi detikHealth, Rabu (1/5/2013).

Kecenderungan untuk kabur pada anak autis menurut Adriana salah satunya dipicu oleh sifat impulsif atau menuruti dorongan sesaat. Kebanyakan anak autis memiliki sifat seperti ini dan sulit mengontrol diri, dan risiko kabur bisa muncul jika keinginannya tidak dipenuhi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keinginan untuk kabur terkadang bertambah besar bila orang tua pernah menjanjikan jalan-jalan, namun tidak kunjung dipenuhi. Padahal mungkin alasan orang tua untuk tidak mengajak jalan-jalan adalah karena si anak sulit diatur. Akhirnya si anak kemudian kabur.

Fay yang memiliki nama lengkap Fairuz Khairunnisa, gadis penyandang autis yang kabur dari Cibinong ke Penggilingan sepertinya mengalami hal yang sama. Menurut pengakuaan ayahnya, Tian M Arief, beberapa waktu sebelumnya telah menunjukkan adanya keinginan untuk pergi ke Penggilingan.

"Secara verbal memang tidak pernah meminta, tapi beberapa kali waktu dibonceng melewati pertigaan Cibinong dia bilang 'ke kanan ke kanan' yang maksudnya ingin belok ke arah Penggilingan. Tapi memang tidak dituruti, karena rumah kami ke arah kiri," tutur Tian.

Tian menduga, Fay ingin ke Penggilingan karena ada semacam perasaan rindu pada almarhum kakeknya yang memang tinggal di daerah tersebut. Semula Fay sering diajak ke sana, tetapi sekarang tidak pernah sejak sang kakek meninggal dunia pada Desember 2012.

Pernah punya pengalaman dengan anak autis yang kabur dari rumah? Kirim cerita Anda ke redaksi@detikhealth.com

(up/pah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads