Pastikan Si Kecil Olahraga Minimal Sejam agar Terhindar dari Sakit Jantung

Pastikan Si Kecil Olahraga Minimal Sejam agar Terhindar dari Sakit Jantung

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Kamis, 01 Agu 2013 09:02 WIB
Pastikan Si Kecil Olahraga Minimal Sejam agar Terhindar dari Sakit Jantung
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Dengan adanya epidemi obesitas dan diabetes pada anak yang tengah mewabah belakangan, tampaknya orangtua harus aktif mengajak si buah hati untuk rutin berolahraga setiap harinya demi menjaga berat badan idealnya. Sebuah studi baru menemukan anak yang melakukan latihan fisik kurang dari satu jam sehari berisiko sakit jantung saat beranjak dewasa.

Studi dari University of Zaragoza, Spanyol itu pun mengatakan bahwa anak-anak, terutama yang berusia di bawah 10 tahun butuh olahraga sedikitnya selama satu jam setiap harinya demi menjaga kesehatan jantungnya. Hal ini menunjukkan bahwa risiko penyakit di masa depan sudah bisa terlihat pada usia yang masih sangat muda. Demikian dilansir Daily Mail, Kamis (1/8/2013).

Dari 3.120 anak berusia 2-9 tahun yang ambil bagian dalam studi ini pun ditemukan bahwa satu dari tujuh anak memiliki kombinasi faktor yang meningkatkan risiko mereka untuk mengalami gangguan kesehatan di kemudian hari. Diantaranya kadar tekanan darah dan kolesterol yang lebih tinggi dari normal, tingkat kebugaran yang rendah serta lapisan lemak dalam tubuh yang tebal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk keperluan studi ini, peneliti juga mengukur tinggi badan, berat badan dan tekanan darah partisipan serta meminta partisipan melakukan serangkaian sprint (lari cepat) untuk mengetes sejauh mana tingkat kebugaran mereka.

Para partisipan juga dipakaikan perangkat mirip pedometer yang berfungsi mengukur seberapa aktif mereka setiap harinya.

Hasilnya diketahui bahwa diantara partisipan laki-laki berusia antara 2-6 tahun, mereka yang berolahraga kurang dari satu jam berpeluang dua kali lebih besar untuk memiliki hasil pengukuran tekanan darah yang tidak sehat ketimbang rekan-rekannya yang berolahraga lebih dari itu.

Bahkan perbedaan manfaatnya jauh lebih kentara pada anak-anak yang usianya lebih tua. Anak perempuan yang hanya mau latihan fisik kurang dari sejam sehari berpeluang tujuh kali lebih besar untuk mendapatkan risiko gangguan jantung dibandingkan partisipan yang paling aktif. Sedangkan untuk anak laki-laki yang pemalas risikonya enam kali lebih besar.

Menurut peneliti, itu artinya anak perempuan memerlukan olahraga sedikitnya satu jam sehari. Untuk anak laki-laki durasinya bervariasi tergantung usia masing-masing, tapi bagi yang berusia enam tahun ke bawah disarankan untuk berolahraga lebih dari sejam. Untuk anak lak-laki berusia 7-9 tahun, durasinya harus ditingkatkan menjadi 85 menit perhari.

Dalam laporannya yang dipublikasikan jurnal BMC Medicine, peneliti menambahkan untuk anak laki-laki berusia 7-9 tahun, mereka perlu memasukkan olahraga berat seperti berlari atau sepak bola selama 20 menit ke dalam jadwal latihan fisik hariannya tersebut.

Namun tampaknya banyak anak yang harus mati-matian memenuhi rekomendasi tersebut. Pasalnya dari studi terbaru lainnya yang digelar oleh Newcastle University ditemukan anak perempuan berusia 8-10 tahun rata-rata hanya berolahraga selama 17 menit sehari, sedangkan anak laki-laki berolahraga selama 24 menit sehari.

(up/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads