5 Alasan yang Bikin Remaja Indonesia 'Bablas' Saat Pacaran

Kesehatan Reproduksi

5 Alasan yang Bikin Remaja Indonesia 'Bablas' Saat Pacaran

- detikHealth
Kamis, 07 Nov 2013 16:33 WIB
5 Alasan yang Bikin Remaja Indonesia Bablas Saat Pacaran
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta -

1. Terjadi begitu saja

Soedibyo mengatakan, kurangnya pemahaman tentang seksualitas membuat sebagian remaja tidak benar-benar paham apa yang dilakukan, maupun dampak-dampak negatif yang mungkin akan dihadapinya. Termasuk dalam hal ini, saat berhubungan seksual untuk pertama kalinya.

Hasil SKRRI 2012 menunjukkan 22,3 persen remaja pria dan 38 persen remaja wanita melakukan hubungan seks untuk pertama kalinya dengan alasan 'terjadi begitu saja'.

2. Penasaran atau ingin tahu

Remaja bukan anak polos yang tidak butuh tahu apa-apa, dan sangat membutuhkan informasi kesehatan reproduksi. Kurangnya akses informasi yang benar membuat remaja cenderung mencoba-coba hal baru karena dunia orang dewasa di matanya tampak seperti 'misteri' yang menarik untuk diungkap.

SKRRI 2012 mengungkap, 57,5 persen remaja pria dan 11,3 persen remaja wanita melakukan hubungan seks untuk pertama kali dengan alasan penasaran atau ingin tahu.

3. Dipaksa pasangan

Alasan yang paling mengkhawatirkan saat para remaja melakukan hubungan seks untuk pertama kalinya adalah karena dipaksa pasangan. Pemaksaan seperti ini dialami oleh 1,7 persen remaja pria dan 12,6 persen remaja wanita.

4. Ingin menikah

Terkadang, hubungan seks sebelum menikah dilakukan karena pasangan remaja sudah mantab ingin menikah. Dalam bayangannya, cepat atau lambat pasangan tersebut akan melakukan hal tersebut. Alasan ini mendasari 1,9 persen remaja pria dan 1,4 persen remaja wanita saat pertama kali melakukan hubungan seks.

5. Pengaruh teman

Pengaruh lingkungan cukup berperan dalam membentuk perilaku remaja, termasuk dalam urusan seks. Sebanyak 1,2 persen remaja pria dan 1,2 persen remaja wanita mengaku berhubungan seks untuk pertama kalinya karena pengaruh teman.
Halaman 2 dari 6
Soedibyo mengatakan, kurangnya pemahaman tentang seksualitas membuat sebagian remaja tidak benar-benar paham apa yang dilakukan, maupun dampak-dampak negatif yang mungkin akan dihadapinya. Termasuk dalam hal ini, saat berhubungan seksual untuk pertama kalinya.

Hasil SKRRI 2012 menunjukkan 22,3 persen remaja pria dan 38 persen remaja wanita melakukan hubungan seks untuk pertama kalinya dengan alasan 'terjadi begitu saja'.

Remaja bukan anak polos yang tidak butuh tahu apa-apa, dan sangat membutuhkan informasi kesehatan reproduksi. Kurangnya akses informasi yang benar membuat remaja cenderung mencoba-coba hal baru karena dunia orang dewasa di matanya tampak seperti 'misteri' yang menarik untuk diungkap.

SKRRI 2012 mengungkap, 57,5 persen remaja pria dan 11,3 persen remaja wanita melakukan hubungan seks untuk pertama kali dengan alasan penasaran atau ingin tahu.

Alasan yang paling mengkhawatirkan saat para remaja melakukan hubungan seks untuk pertama kalinya adalah karena dipaksa pasangan. Pemaksaan seperti ini dialami oleh 1,7 persen remaja pria dan 12,6 persen remaja wanita.

Terkadang, hubungan seks sebelum menikah dilakukan karena pasangan remaja sudah mantab ingin menikah. Dalam bayangannya, cepat atau lambat pasangan tersebut akan melakukan hal tersebut. Alasan ini mendasari 1,9 persen remaja pria dan 1,4 persen remaja wanita saat pertama kali melakukan hubungan seks.

Pengaruh lingkungan cukup berperan dalam membentuk perilaku remaja, termasuk dalam urusan seks. Sebanyak 1,2 persen remaja pria dan 1,2 persen remaja wanita mengaku berhubungan seks untuk pertama kalinya karena pengaruh teman.

(up/vta)

Berita Terkait