Semua remaja pasti ingin tumbuh tinggi. Tapi sepertinya, hal itu tidak berlaku bagi remaja bernama Josh Gott ini. Akibat kelainan langka, tinggi badan Josh bisa bertambah lima centimeter hanya dalam waktu dua minggu.
Kondisi Josh ini sangat jarang terjadi dan bahkan tidak ada nama untuk menyebut kelainan tersebut. Sang ibu, Sharon Elston khawatir putranya yang berusia 18 tahun akan menjadi 'raksasa' jika tinggi badannya terus menerus bertambah. Saat ini, tinggi badan Josh mencapai 182 cm. Padahal, tinggi ibunya hanya 152 cm dan ayahnya 162 cm.
Josh dianggap satu-satunya orang di dunia yang menderita penyakit aneh ini yang menyebabkan pertambahan tinggi badan secara dramatis. Para ilmuwan di Newcastle mengatakan bahwa Josh memiliki kelainan kromosom. Sayangnya, masih sedikit informasi tentang kelaianan ini dan belum ada obatnya. Akibat badannya yang terlalu tinggi, Sharon mengaku ia agak kesulitan untuk menemukan ukuran baju yang pas bagi putranya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika keluar rumah, Sharon mengatakan orang-orang pasti akan melihat ia dan putranya dengan tatapan aneh. Sebab, tinggi badan Josh dengan orang tuanya terlalu timpang. Josh mulai mengalami penambahan tinggi yang tidak wajar ketika berusia 11 tahun.
"Aku sudah ke dokter tapi katanya hal itu wajar terjadi sesuai usianya dan itu normal. Tapi aku tahu ada yang salah, dia adalah murid tertinggi di kelasnya dan kami orang tuanya malah sangat pendek," tutur Sharon.
Tepatnya 18 bulan yang lalu, barulah ilmuwan di Newcastle’s Centre for Life menjelaskan bahwa Josh mengalami penghapusan pada salah satu kromosomnya yang melibatkan tiga gen. Tapi, kondisi ini berbeda dengan gigantisme.
Menurut konsultan genetika klinis Dr Miranda Splitt, ada beberapa pasien lain yang mengalami penghapusan tiga gen dan ia pun bertanya kepada sejawat paramedis lain adakah pasien yang mengalami kondisi serupa dengan Josh, tapi sampai saat ini belum ada jawaban.
"Josh juga mengalami masalah serius lainnya seperti kerusakan otak, epilepsi, kelengkungan tulang belakang, gangguan pertumbuhan pinggul, autisme, dan gangguan perilaku berupa hiperaktif. Saya hanya berharap ada sesuatu yang bisa menghentikan pertumbuhannya. Aku takut dia akan lebih tinggi lagi" papar Sharon.
(/)










































