Awal Diet BB Cepat Turun Lalu Stuck, Kok Bisa? Dokter Gizi Bilang Gini

Awal Diet BB Cepat Turun Lalu Stuck, Kok Bisa? Dokter Gizi Bilang Gini

Averus Kautsar - detikHealth
Jumat, 25 Sep 2026 17:07 WIB
Temu Media Halofit
Penjelasan dokter spesialis gizi. (Foto: Averus/detikHealth)
Jakarta -

Siapa yang pernah diet turunkan berat badan, awalnya cepat banget, tapi lama-lama jadi stuck? Rupanya hal ini ada penjelasan medisnya.

Berat badan biasanya mengalami penurunan yang cukup cepat pada masa awal menjalani diet. Kondisi ini terutama dapat terlihat pada orang dengan berat badan berlebih atau obesitas.

Spesialis gizi dr Karina Marcella, SpGK, menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi cepatnya penurunan berat badan adalah besarnya defisit kalori yang dibuat dari pola makan sehari-hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Misalnya kalori yang dikonsumsi 2.000, kalori defisit itu akan mengurangi dong, biasanya saya kurangi 500 atau 1.000 kalori. Otomatis akan lebih cepat karena yang tadinya makan 2.000, kemudian dikurangi menjadi 1.500 kalori," ujar dr Karina dalam acara Media Gathering Halofit di Jakarta Selatan, Kamis (24/9/2026).

Menurutnya, penurunan berat badan umumnya paling terlihat pada sekitar tiga bulan pertama. Setelah itu, laju penurunan berat badan dapat melambat.

ADVERTISEMENT

Selain perubahan kebutuhan energi tubuh, dr Karina mengatakan faktor lain yang dapat memengaruhi keberhasilan diet adalah kemampuan seseorang mempertahankan pola makan dalam jangka panjang.

"Awal-awal itu lagi semangat, misalnya 'aku tidak makan tepung sama sekali, tidak makan gula'. Tapi ada waktu pasti jenuh. Misalnya enam bulan kemudian makan yang manis sedikit-sedikit, itu pengaruh," jelas dr Karina.

Cara Meningkatkan Metabolisme

Ketika berat badan mulai sulit turun, menurut dr Karina, pola makan dan aktivitas fisik perlu dievaluasi kembali. Salah satunya dengan memastikan asupan protein dan meningkatkan aktivitas fisik.

"Misalnya pasien aktivitas fisik hanya 150 menit per minggu. Kalau misalnya berat badan mulai stuck, aktivitas fisiknya harus dinaikkan. Seminggu harus lebih banyak, bisa sampai 300 menit per minggu," katanya.

Aktivitas fisik yang meningkat dapat membantu menambah energi yang dikeluarkan tubuh. Sementara itu, asupan protein yang cukup dapat membantu mempertahankan massa otot selama proses penurunan berat badan.

Penurunan berat badan yang melambat setelah beberapa bulan bukan berarti diet otomatis tidak lagi bekerja. Seiring berat badan berkurang, kebutuhan energi tubuh juga dapat ikut menurun sehingga defisit kalori yang sebelumnya menghasilkan penurunan berat badan tertentu bisa memberikan hasil yang berbeda pada tahap berikutnya.

Halaman 2 dari 2
(avk/kna)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads