Pubertas Dini Bikin Anak Perempuan Lebih Mudah Kena Pengaruh Buruk Teman

Pubertas Dini Bikin Anak Perempuan Lebih Mudah Kena Pengaruh Buruk Teman

M Reza Sulaiman, Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Selasa, 10 Des 2013 11:19 WIB
Pubertas Dini Bikin Anak Perempuan Lebih Mudah Kena Pengaruh Buruk Teman
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Saat melalui masa puber, semua remaja pasti akan menunjukkan perubahan psikologis dan emosional dalam bentuk perilaku yang kadang tak menyenangkan. Namun, ketika anak mengalami pubertas dini, mereka akan lebih mudah menerima pengaruh negatif dari lingkungannya.

Meskipun sebagian besar anak laki-laki dan perempuan mulai pubertas di antara usia sepuluh sampai 16 tahun, beberapa anak ada juga yang sudah puber saat usianya delapan tahun. Mereka pun juga mengalami perubahan fisik seperti pertumbuhan payudara, menstruasi, perubahan emosi, dan sering merasa perlu diterima di tengah pergaulan teman sebayanya.

Nah, peneliti mengatakan anak perempuan yang mengalami pubertas dini lebih rentan terhadap pengaruh buruk dari temannya. Untuk studi ini, peneliti mewawancarai 2.600 anak perempuan dan orang tua mereka ketika si anak berumur 11, 13, dan 16 tahun. Sebanyak 16 persen anak dilaporkan mengalami menstruasi lebih awal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka juga memiliki tingkat kenakalan dan depresi yang lebih tinggi. Bahkan, ketika sahabatnya cenderung melakukan sesuatu yang menyimpang, mereka lebih mungkin ikut melakukannya. Kabar baiknya, pengaruh negatif ini tidak berlangsung lama karena perilaku gadis-gadis itu kembali membaik saat usianya 16 tahun.

"Kelompok sangat berpengaruh dari masa kanak-kanak sampai remaja. Anak perempuan yang puber lebih awal bisa lebih terpengaruh efek negatif karena ingin menyatu dengan temannya, diejek temannya, atau tidak memiliki perkembangan dan kompetensi sosial untuk bisa berbaur dengan temannya," kata Erika Westling, peneliti kepribadian dan kesehatan di Oregon Research Institute kepada Reuters.

Sementara itu, Sylvie Mrug dari University of Alabama di Birmingham percaya bahwa keadaan emosional mereka sebenarnya tak sesuai dengan keadaan fisiknya. Sebab, beberapa gadis memang terlihat lebih dewasa dan diperlakukan seperti itu oleh orang tuanya.

"Tapi mereka bisa saja tidak memiliki keterampilan dan pemikiran sosial yang lebih dewasa sehingga mereka sulit menghadapi tekanan eksternal. Misalnya ketika payudaranya tumbuh dan hal ini sangat jelas bagi teman-temannya," papar Mrug, seperti dikutip dari Medical Daily, Selasa (10/12/2013).

Meskipun orang tua berpikiran bahwa sekolah adalah agen terbesar adanya pengaruh negatif bagi putra putrinya, Mrug menekankan bahwa orang tualah yang memiliki kekuasaan penuh bagi anak-anaknya. Maka dari itu perlu bagi orang tua untuk memantau anak-anaknya.

"Pemantauan orang tua sangat penting terutama saat anak memamsuki masa remaja. Mengetahui apa yang anak lakukan, siapa temannya, dan apa yang mereka lakukan serta adanya kasih sayang dan hubungan yang baik bisa mengurangi dampak pengaruh negatif bagi perkembangan anak," jelas Mrug.

(up/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads