Kena Sindrom Langka, Bocah 11 Bulan Ini Tak Pernah Merasa Kenyang

Kena Sindrom Langka, Bocah 11 Bulan Ini Tak Pernah Merasa Kenyang

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Senin, 30 Des 2013 12:46 WIB
Kena Sindrom Langka, Bocah 11 Bulan Ini Tak Pernah Merasa Kenyang
Ava dan keluarga (Foto: Gareth Gardner)
Jakarta - Mempunyai anak yang susah makan pasti membuat bingung orang tua. Tapi sebaliknya, bagaimana jika si kecil justru sangat senang makan hingga ia tak pernah merasa kenyang? Itulah yang dialami seorang ibu bernama Rebecca Mizzi.

Putri Rebecca, Ava, yang kini berusia 11 bulan lahir dengan kondisi langka yang disebut Prader-Willi Syndrome. Kondisi ini membuat si kecil Ava sangat terobsesi terhadap makanan sehingga ia tidak pernah merasa kenyang. Bahkan, Ava cenderung menjadi bocah yang rakus ketika melihat makanan.

"Sejak bulan Januari kami sudah membuat janji dengan 85 dokter tapi tidak ada hasilnya. Kami sudah bosan dan lebih baik saat ini kami melakukan yang terbaik bagi Ava," tutur Rebecca seperti dikutip dari Essential Baby, Senin (30/12/2013).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keinginan tak terbendung yang dimiliki Ava terhadap makanan diakui Rebecca bisa membahayakan nyawa Ava. Menurut dokter, nanti ketika Ava berusia dua sampai lima tahun, ia akan merasa kelaparan secara konstan. Dia akan terobsesi dengan makanan, termasuk terus menerus menggambarnya atau hanya sekadar mencari makanan di kebun.

"Maka dari itu kami harus memantau Ava dengan ketat dan menjaga agar lemari makanan tetap terkunci. Jika tidak, maka itu bisa membahayakan pencernaannya. Ia pun harus berjuang secara mandiri," kata Rebecca.

Prader-Willi Syndrome (PWS) adalah kondisi genetik namun bukan turunan yang dibawa sejak lahir dan mempengaruhi kehidupan seseorang secara menyeluruh. Karakteristik utama sindrom ini adalah rasa lapar yang konstan, keinginan untuk terus makan, tone otot yang rendah, perawakan pendek, lambatnya perkembangan hasrat seksual, kemampuan mengatur emosi dan bersosialisasi.

Anak dengan PWS juga berisiko lebih tinggi mengalami obesitas dini karena kebiasaan makan berlebih dan tone otot yang rendah sehingga mereka tak mempunyai kemampuan untuk membakar energi secepat anak-anak lainnya. PWS dapat diatasi dengan pemberian hormon pertumbuhan untuk meningkatkan tinggi badan dan kekuatan otot penyandangnya. Namun orang tua tetap harus mengendalikan anaknya agar tidak makan berlebihan dan memberikan pola makan rendah kalori.

(rdn/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads