Ya, Alexis yang belajar membaca di usia dua tahun ini bahkan sudah bisa berbicara bahasa Spanyol dengan fasih yang ia pelajari dari iPad milik ayahnya. Berkat kegeniusannya ini, Alexis sekarang menjadi anggota dari Mensa.
Mensa merupakan organisasi di mana para anggotanya adalah orang-orang jenius yang jumlahnya hanya dua persen dari populasi di dunia. Alexis didaulat sebagai anggota termuda Mensa dari Amerika Serikat, demikian dilansir ABC News, Kamis (20/2/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di usia satu tahun lebih ia bisa mengingat seluruh cerita yang dibacakan padanya. Di usia 12-18 bulan saat di mobil ia akan menceritakan kembali cerita pengantar tidur yang kami bacakan di malam sebelumnya dengan lengkap," tutur Martin.
Selain memiliki memori yang luar biasa, Martin juga mengatakan bahwa putrinya sangat pandai berbahasa. Setiap ia belajar kosakata dari orang lain, ia akan menggunakannya dalam bentuk kalimat dengan susunan yang tepat.
Meski demikian, Martin dan istrinya masih berjuang mendapatkan sistem pembelajaran yang tepat bagi putrinya. "Apakah ia akan masuk TK lebih awal kami masih ragu karena bagaimanapun aspek sosialnya juga harus dikembangkan," ujar Martin.
Sama-sama memiliki IQ 160, bocah lelaki bernama Sherwyn Sarabi juga menjadi anggota Mensa. Saat berumur 20 bulan, Sherwyn bisa berbicara dengan kalimat penuh dan ketika berusia 2 tahun, ia sudah belajar mengidentifikasi setiap negara di dunia. Tak hanya itu, Sherwyn juga bisa mengenali dan membaca hingga 500 kata, menjelaskan nama serta fungsi organ utama dalam tubuh manusia, mengidentifikasi beragam bentuk, dan menjelaskan ilmu tentang vulkanologi dan astronomi.
(rdn/)











































