Melihat kenyataan itu, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) bekerja sama dengan SC Johnson Company menyelenggarakan kegiatan untuk anak-anak sekolah dasar yang dicanangkan demi mencegah demam berdarah, yang disebut dengan nama Lawan Demam Berdarah.
"Perubahan perilaku adalah bagian yang penting untuk melawan demam berdarah di Indonesia. Karena itu kami percaya program intervensi ini harus dimulai sedini mungkin, seperti sejak tingkat SD," papar Husein Habsyi, SKM, MHComm, wakil ketua umum IAKMI, saat ditemui saat konferensi pers Jambore Jumantik Cilik 2014 yang diadakan di Electic Resto Cilandak Town Square, Jl. TB Simatupang Kav 17, Jakarta, dan ditulis pada Senin (28/4/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengingat puncak demam berdarah umumnya terjadi pada bulan Maret dan April, IAKMI dan SC Johnson pun mengadakan kegiatan 'Lawan Demam Berdarah' sejak Maret 2014 hingga Juni 2014 dengan mengajak 200 siswa dari 50 sekolah di 5 kecamatan dengan daerah tertinggi kasus demam berdarahnya di DKI Jakarta.
Program-program kegiatan dalam 'Lawan Demam Berdarah' ini terdiri dari kegiatan edukasi dan kampanye pencegahan demam berdarah ke beberapa SD di DKI Jakarta, kompetisi sekolah untuk menopang perubahan perilaku dan kesadaran, hingga juga riset pencegahan demam berdarah yang dilakukan oleh IAKMI.
"Kami percaya bahwa usaha yang berkelanjutan, komprehensif, dan kolaboratif akan efektif dalam mencegah demam berdarah. Mari bersama melawan demam berdarah untuk keluarga kita dan Indonesia," pesan Husein.
(vit/vit)











































