Anak Punya Intoleransi Laktosa? Ternyata Boleh Kok Minum Susu

Anak Punya Intoleransi Laktosa? Ternyata Boleh Kok Minum Susu

detikHealth
Senin, 01 Jun 2026 15:01 WIB
Mhd. Aldrian, S.Gz
Ditulis oleh:
Mhd. Aldrian, S.Gz
Lulusan sarjana ilmu gizi Universitas Andalas, memiliki minat dalam hal keamanan dan kesehatan pangan. Saat ini menjadi penulis lepas untuk detikHealth.
Flexible drinking straws in transparent plastic packaging usually come with UHT milk packaging
Intoleransi laktosa tak berarti pantang minum susu. Foto: Getty Images/iStockphoto/Wachiwit
Jakarta -

Banyak orang tua langsung panik saat mendengar anak mengalami intoleransi laktosa. Susu yang selama ini dianggap penting untuk tumbuh kembang anak tiba-tiba harus dihindari. Akibatnya, tidak sedikit yang memilih menghentikan konsumsi susu sepenuhnya.

Padahal, menurut dr Diana Felicia Suganda, M.Kes, SpGK, intoleransi laktosa bukan berarti anak sama sekali tidak boleh mengonsumsi susu atau produk yang mengandung laktosa.

"Kalau intoleransi laktosa sebenarnya bukan berarti kita nggak bisa sama sekali. Santai, kita masih bisa (konsumsi) dalam jumlah yang sedikit," jelas dr Diana dalam talkshow bersama Frisian Flag, Jumat (29/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Intoleransi Laktosa Bukan Berarti Harus Stop Susu Total

Masih banyak yang menganggap intoleransi laktosa sama dengan larangan total mengonsumsi susu. Padahal kondisi ini terjadi karena tubuh mengalami kesulitan mencerna laktosa, yaitu gula alami yang terdapat dalam susu.

Karena kemampuan mencerna laktosa setiap orang berbeda, batas toleransinya pun tidak selalu sama. Sebagian anak masih dapat mengonsumsi produk susu dalam jumlah tertentu tanpa mengalami keluhan yang berarti.

Menurut dr Diana, orang tua tidak perlu langsung menghilangkan semua sumber susu dari pola makan anak. Yang lebih penting adalah mengenali batas toleransi masing masing dan mengatur porsinya dengan tepat.

Talkshow Frisian Flag bersama dr Diana Suganda, SpGKTalkshow Frisian Flag bersama dr Diana Suganda, SpGK. Foto: Aldrian/detikHealth

Boleh Minum Susu, Asalkan Atur Porsi dan Frekuensinya

Saat gejala intoleransi laktosa muncul, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengurangi frekuensi konsumsi, bukan langsung menghentikannya.

dr Diana mencontohkan, keluhan sering kali muncul ketika seseorang mengonsumsi minuman atau makanan mengandung susu terlalu sering dalam waktu berdekatan. Karena itu, pengaturan frekuensi bisa menjadi solusi yang lebih realistis.

"Kita tetap kasih sedikit-sedikit. Intoleransi akan lebih muncul jika misalnya kita minum susu setiap hari. Itu baru akan muncul karena terkena frekuensi yang sering," ujar dr Diana.

Pendekatan ini memberi kesempatan tubuh untuk tetap beradaptasi sekaligus membantu anak tetap mendapatkan manfaat nutrisi dari produk susu yang masih bisa ditoleransi.

Banyak Pilihan Sumber Nutrisi Selain Susu

Ketika anak memiliki intoleransi laktosa, orang tua juga tidak perlu khawatir akan kekurangan nutrisi. Saat ini tersedia berbagai pilihan produk yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi anak dengan kondisi tersebut.

Menurut dr Diana, sumber nutrisi pengganti susu juga cukup beragam sehingga orang tua memiliki banyak pilihan untuk disesuaikan dengan kebutuhan anak.

"Kita bisa switch ke sumber yang lain. Sumber providernya juga banyak," kata dr Diana.

Hal terpenting adalah memastikan kebutuhan zat gizi anak tetap terpenuhi melalui pola makan yang beragam dan seimbang.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Dokter Tegaskan Makan Daging Bukan Pemicu GERD!"
[Gambas:Video 20detik]
(mal/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads