Aksi Nekat Para Bocah Saat Keinginannya Tak Dituruti Ortu

Aksi Nekat Para Bocah Saat Keinginannya Tak Dituruti Ortu

- detikHealth
Jumat, 02 Mei 2014 17:30 WIB
Aksi Nekat Para Bocah Saat Keinginannya Tak Dituruti Ortu
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Anak-anak memang terkadang banyak mau, baik yang masih duduk di bangku SD ataupun SMP. Hanya saja, tak semua keinginan anak bisa dipenuhi orang tuanya bukan?

Akibatnya, ada beberapa anak yang tak bisa menerima bahwa sang orang tua tidak dapat memenuhi keinginannya. Mereka pun nekat melakukan perbuatan yang bisa mengancam atau justru membuatnya kehilangan nyawa.

Seperti dirangkum detikHealth, Jumat (2/5/2014) berikut ini kasus-kasus bocah yang melakukan perbuatan nekat akibat keinginannya tak dipenuhi orang tua:

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)

1. Kabur dari Rumah

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Dua orang bocah di Serpong, Tangerang pergi meninggalkan rumahnya selama tiga hari. Mereka adalah kakak beradik Kiara Amor Senhor Ariana atau Kiara (10) dan Eagle Deus Decreto Ariana atau Egi (8).

Kiara dan Egi ditemukan seorang tukang mainan di daerah Karawaci, 20 km dari tempat tinggalnya. Menurut polisi, anak-anak tersebut pergi karena takut dimarahi orang tuanya.

"Bukan kabur ya, tapi pergi dan nggak pulang. Ya takut dimarahi itu tadi. Namanya juga orang tua kan biasa marah-marah," kata Kapolresta Tangerang, Kombes Irfing Jaya, MSi beberapa waktu lalu.

1. Kabur dari Rumah

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Dua orang bocah di Serpong, Tangerang pergi meninggalkan rumahnya selama tiga hari. Mereka adalah kakak beradik Kiara Amor Senhor Ariana atau Kiara (10) dan Eagle Deus Decreto Ariana atau Egi (8).

Kiara dan Egi ditemukan seorang tukang mainan di daerah Karawaci, 20 km dari tempat tinggalnya. Menurut polisi, anak-anak tersebut pergi karena takut dimarahi orang tuanya.

"Bukan kabur ya, tapi pergi dan nggak pulang. Ya takut dimarahi itu tadi. Namanya juga orang tua kan biasa marah-marah," kata Kapolresta Tangerang, Kombes Irfing Jaya, MSi beberapa waktu lalu.

2. Lompat dari apartemen

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Bocah 5 tahun bernama Valentino tewas setelah melompat dari lantai 19 kamar 8 Tower B Apartemen Laguna, Penjaringan, Jakarta Utara. Korban nekat terjun dari apartemen karena dilarang menonton film Spider-Man 2 oleh ibunya.

Saat itu, sang ibu melarang karena sedang sibuk mengurus adiknya. Valentino merajuk dan masuk ke kamar lalu menguncinya dari dalam. Sang ibu mencoba mendobrak pintu kamar namun tidak berhasil.

Valentino mengalami luka di bagian dagu dengan luka terbuka, kaki kanan patah dan terdapat benjolan di kepala. Saat ini polisi tengah menyelidiki apakah ada unsur kesengajaan atau tidak dalam kejadian ini.

2. Lompat dari apartemen

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Bocah 5 tahun bernama Valentino tewas setelah melompat dari lantai 19 kamar 8 Tower B Apartemen Laguna, Penjaringan, Jakarta Utara. Korban nekat terjun dari apartemen karena dilarang menonton film Spider-Man 2 oleh ibunya.

Saat itu, sang ibu melarang karena sedang sibuk mengurus adiknya. Valentino merajuk dan masuk ke kamar lalu menguncinya dari dalam. Sang ibu mencoba mendobrak pintu kamar namun tidak berhasil.

Valentino mengalami luka di bagian dagu dengan luka terbuka, kaki kanan patah dan terdapat benjolan di kepala. Saat ini polisi tengah menyelidiki apakah ada unsur kesengajaan atau tidak dalam kejadian ini.

3. Bunuh diri

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Bocah kelas 3 SD asal Pekanbaru bernama Ramona (11) ditemukan tewas dengan tali ayunan. Bocah malang itu diduga bunuh diri karena kecewa tidak dibelikan sepeda baru oleh orang tuanya.

Ibu Ramona, Sumiati (43) adalah seorang janda yang bekerja sebagai tukang cuci dan setrika pakaian. Ketika putrinya meminta sepeda baru, Sumiati hanya mampu membelikan Ramona sepeda bekas.

Saat sepeda bekas dibelikan, Ramona tak terima. Bocah itu beralasan sepedanya ketinggian dan tetap meminta pada sang ibu agar dibelikan sepeda baru.

3. Bunuh diri

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Bocah kelas 3 SD asal Pekanbaru bernama Ramona (11) ditemukan tewas dengan tali ayunan. Bocah malang itu diduga bunuh diri karena kecewa tidak dibelikan sepeda baru oleh orang tuanya.

Ibu Ramona, Sumiati (43) adalah seorang janda yang bekerja sebagai tukang cuci dan setrika pakaian. Ketika putrinya meminta sepeda baru, Sumiati hanya mampu membelikan Ramona sepeda bekas.

Saat sepeda bekas dibelikan, Ramona tak terima. Bocah itu beralasan sepedanya ketinggian dan tetap meminta pada sang ibu agar dibelikan sepeda baru.

4. Loncat dari tower

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Subhan Fadillah (15) nekat mengakhiri hidupnya dengan melompat dari tower telepon seluler setinggi tak kurang dari 30 meter di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Sebelum bunuh diri, diketahui Subhan ngambek karena saat sepeda motornya rusak dan minta diperbaiki, sang ayah dengan nada bergurau justru mengatakan nanti jika sepeda motornya sudah benar lebih baik dijual saja. Saat itulah Subhan langsung memanjat ke tower.

4. Loncat dari tower

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Subhan Fadillah (15) nekat mengakhiri hidupnya dengan melompat dari tower telepon seluler setinggi tak kurang dari 30 meter di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Sebelum bunuh diri, diketahui Subhan ngambek karena saat sepeda motornya rusak dan minta diperbaiki, sang ayah dengan nada bergurau justru mengatakan nanti jika sepeda motornya sudah benar lebih baik dijual saja. Saat itulah Subhan langsung memanjat ke tower.

5. Bakar diri

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Kamran, bocah laki-laki berusia 12 tahun di Pakistan nekat membakar dirinya sendiri karena kecewa orang tuanya tidak mampu membelikan seragam sekolah baru. Siswa kelas 7 ini meninggal dunia karena mengalami luka bakar parah setelah lima hari dalam kondisi kritis di RS.

Menurut sang ibu, Shandana Bibi, Kamran minta dibelikan seragam sekolah baru. Tapi, karena permintaannya ditolak, bocah ini lantas membakar diri dengan bensin yang ia dapat dari pom bensin dekat rumahnya.

5. Bakar diri

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Kamran, bocah laki-laki berusia 12 tahun di Pakistan nekat membakar dirinya sendiri karena kecewa orang tuanya tidak mampu membelikan seragam sekolah baru. Siswa kelas 7 ini meninggal dunia karena mengalami luka bakar parah setelah lima hari dalam kondisi kritis di RS.

Menurut sang ibu, Shandana Bibi, Kamran minta dibelikan seragam sekolah baru. Tapi, karena permintaannya ditolak, bocah ini lantas membakar diri dengan bensin yang ia dapat dari pom bensin dekat rumahnya.

6. Gantung diri

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Gara-gara sang ayah tidak mau mengantarkannya berlibur ke rumah sang kakek, seorang bocah 12 tahun bernama Rabin Ginin nekat gantung diri dengan tali sepatu di rumahnya di Sabah, Malaysia.

Saat itu, Rabin ingin menghabiskan liburan sekolahnya di rumah sang kakek. Namun, sang ayah yang berprofesi sebagai pengemudi bus ini menolak karena sibuk bekerja. Rabin ditemukan gantung diri dengan tali sepatu warna putih sepanjang 1 meter. Sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi nyawa Rabin tak bisa diselamatkan.

6. Gantung diri

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Gara-gara sang ayah tidak mau mengantarkannya berlibur ke rumah sang kakek, seorang bocah 12 tahun bernama Rabin Ginin nekat gantung diri dengan tali sepatu di rumahnya di Sabah, Malaysia.

Saat itu, Rabin ingin menghabiskan liburan sekolahnya di rumah sang kakek. Namun, sang ayah yang berprofesi sebagai pengemudi bus ini menolak karena sibuk bekerja. Rabin ditemukan gantung diri dengan tali sepatu warna putih sepanjang 1 meter. Sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi nyawa Rabin tak bisa diselamatkan.
Halaman 2 dari 14
Dua orang bocah di Serpong, Tangerang pergi meninggalkan rumahnya selama tiga hari. Mereka adalah kakak beradik Kiara Amor Senhor Ariana atau Kiara (10) dan Eagle Deus Decreto Ariana atau Egi (8).

Kiara dan Egi ditemukan seorang tukang mainan di daerah Karawaci, 20 km dari tempat tinggalnya. Menurut polisi, anak-anak tersebut pergi karena takut dimarahi orang tuanya.

"Bukan kabur ya, tapi pergi dan nggak pulang. Ya takut dimarahi itu tadi. Namanya juga orang tua kan biasa marah-marah," kata Kapolresta Tangerang, Kombes Irfing Jaya, MSi beberapa waktu lalu.

Dua orang bocah di Serpong, Tangerang pergi meninggalkan rumahnya selama tiga hari. Mereka adalah kakak beradik Kiara Amor Senhor Ariana atau Kiara (10) dan Eagle Deus Decreto Ariana atau Egi (8).

Kiara dan Egi ditemukan seorang tukang mainan di daerah Karawaci, 20 km dari tempat tinggalnya. Menurut polisi, anak-anak tersebut pergi karena takut dimarahi orang tuanya.

"Bukan kabur ya, tapi pergi dan nggak pulang. Ya takut dimarahi itu tadi. Namanya juga orang tua kan biasa marah-marah," kata Kapolresta Tangerang, Kombes Irfing Jaya, MSi beberapa waktu lalu.

Bocah 5 tahun bernama Valentino tewas setelah melompat dari lantai 19 kamar 8 Tower B Apartemen Laguna, Penjaringan, Jakarta Utara. Korban nekat terjun dari apartemen karena dilarang menonton film Spider-Man 2 oleh ibunya.

Saat itu, sang ibu melarang karena sedang sibuk mengurus adiknya. Valentino merajuk dan masuk ke kamar lalu menguncinya dari dalam. Sang ibu mencoba mendobrak pintu kamar namun tidak berhasil.

Valentino mengalami luka di bagian dagu dengan luka terbuka, kaki kanan patah dan terdapat benjolan di kepala. Saat ini polisi tengah menyelidiki apakah ada unsur kesengajaan atau tidak dalam kejadian ini.

Bocah 5 tahun bernama Valentino tewas setelah melompat dari lantai 19 kamar 8 Tower B Apartemen Laguna, Penjaringan, Jakarta Utara. Korban nekat terjun dari apartemen karena dilarang menonton film Spider-Man 2 oleh ibunya.

Saat itu, sang ibu melarang karena sedang sibuk mengurus adiknya. Valentino merajuk dan masuk ke kamar lalu menguncinya dari dalam. Sang ibu mencoba mendobrak pintu kamar namun tidak berhasil.

Valentino mengalami luka di bagian dagu dengan luka terbuka, kaki kanan patah dan terdapat benjolan di kepala. Saat ini polisi tengah menyelidiki apakah ada unsur kesengajaan atau tidak dalam kejadian ini.

Bocah kelas 3 SD asal Pekanbaru bernama Ramona (11) ditemukan tewas dengan tali ayunan. Bocah malang itu diduga bunuh diri karena kecewa tidak dibelikan sepeda baru oleh orang tuanya.

Ibu Ramona, Sumiati (43) adalah seorang janda yang bekerja sebagai tukang cuci dan setrika pakaian. Ketika putrinya meminta sepeda baru, Sumiati hanya mampu membelikan Ramona sepeda bekas.

Saat sepeda bekas dibelikan, Ramona tak terima. Bocah itu beralasan sepedanya ketinggian dan tetap meminta pada sang ibu agar dibelikan sepeda baru.

Bocah kelas 3 SD asal Pekanbaru bernama Ramona (11) ditemukan tewas dengan tali ayunan. Bocah malang itu diduga bunuh diri karena kecewa tidak dibelikan sepeda baru oleh orang tuanya.

Ibu Ramona, Sumiati (43) adalah seorang janda yang bekerja sebagai tukang cuci dan setrika pakaian. Ketika putrinya meminta sepeda baru, Sumiati hanya mampu membelikan Ramona sepeda bekas.

Saat sepeda bekas dibelikan, Ramona tak terima. Bocah itu beralasan sepedanya ketinggian dan tetap meminta pada sang ibu agar dibelikan sepeda baru.

Subhan Fadillah (15) nekat mengakhiri hidupnya dengan melompat dari tower telepon seluler setinggi tak kurang dari 30 meter di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Sebelum bunuh diri, diketahui Subhan ngambek karena saat sepeda motornya rusak dan minta diperbaiki, sang ayah dengan nada bergurau justru mengatakan nanti jika sepeda motornya sudah benar lebih baik dijual saja. Saat itulah Subhan langsung memanjat ke tower.

Subhan Fadillah (15) nekat mengakhiri hidupnya dengan melompat dari tower telepon seluler setinggi tak kurang dari 30 meter di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Sebelum bunuh diri, diketahui Subhan ngambek karena saat sepeda motornya rusak dan minta diperbaiki, sang ayah dengan nada bergurau justru mengatakan nanti jika sepeda motornya sudah benar lebih baik dijual saja. Saat itulah Subhan langsung memanjat ke tower.

Kamran, bocah laki-laki berusia 12 tahun di Pakistan nekat membakar dirinya sendiri karena kecewa orang tuanya tidak mampu membelikan seragam sekolah baru. Siswa kelas 7 ini meninggal dunia karena mengalami luka bakar parah setelah lima hari dalam kondisi kritis di RS.

Menurut sang ibu, Shandana Bibi, Kamran minta dibelikan seragam sekolah baru. Tapi, karena permintaannya ditolak, bocah ini lantas membakar diri dengan bensin yang ia dapat dari pom bensin dekat rumahnya.

Kamran, bocah laki-laki berusia 12 tahun di Pakistan nekat membakar dirinya sendiri karena kecewa orang tuanya tidak mampu membelikan seragam sekolah baru. Siswa kelas 7 ini meninggal dunia karena mengalami luka bakar parah setelah lima hari dalam kondisi kritis di RS.

Menurut sang ibu, Shandana Bibi, Kamran minta dibelikan seragam sekolah baru. Tapi, karena permintaannya ditolak, bocah ini lantas membakar diri dengan bensin yang ia dapat dari pom bensin dekat rumahnya.

Gara-gara sang ayah tidak mau mengantarkannya berlibur ke rumah sang kakek, seorang bocah 12 tahun bernama Rabin Ginin nekat gantung diri dengan tali sepatu di rumahnya di Sabah, Malaysia.

Saat itu, Rabin ingin menghabiskan liburan sekolahnya di rumah sang kakek. Namun, sang ayah yang berprofesi sebagai pengemudi bus ini menolak karena sibuk bekerja. Rabin ditemukan gantung diri dengan tali sepatu warna putih sepanjang 1 meter. Sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi nyawa Rabin tak bisa diselamatkan.

Gara-gara sang ayah tidak mau mengantarkannya berlibur ke rumah sang kakek, seorang bocah 12 tahun bernama Rabin Ginin nekat gantung diri dengan tali sepatu di rumahnya di Sabah, Malaysia.

Saat itu, Rabin ingin menghabiskan liburan sekolahnya di rumah sang kakek. Namun, sang ayah yang berprofesi sebagai pengemudi bus ini menolak karena sibuk bekerja. Rabin ditemukan gantung diri dengan tali sepatu warna putih sepanjang 1 meter. Sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi nyawa Rabin tak bisa diselamatkan.

(rdn/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads