Jakarta -
Perkembangan dan kecerdasan anak bergantung pada nutrisi yang masuk ke tubuh mereka. Tapi, pada usia tertentu terkadang anak memang sulit untuk diajak makan makanan bernutrisi.
Sebenarnya tidak sulit kok membiasakan anak Anda untuk mulai makan-makanan bergizi. "orang tua harus menjadi model perilaku makan anak oleh karena itu upayakan untuk selalu makan bersama anak," ujar Roslina Verauli, M.Psi seperti diberitakan detikHealth sebelumnya dan dikutip ulang pada Selasa (2/9/2014).
Berikut ini kebiasaan yang bisa Anda ajarkan kepada anak agar mau menerapkan pola makan sehat yang telah dirangkum dari berbagai sumber.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Selalu sarapan
Studi menunjukkan anak yang menyempatkan untuk sarapan dapat melakukan aktivitas lebih baik di sekolah dibandingkan dengan mereka yang tidak sarapan. Libatkan anak dalam memilih menu sarapan bernutrisi yang akan dimakannya. Kandungan serat dan protein tinggi dalam menu sarapan dapat memberikan anak Anda energi yang dibutuhkan untuk memulai hari. Selain itu, gula darah anak pun akan tetap stabil sehingga konsentrasinya akan lebih baik saat sekolah.
2. Berikan variasi menu
Makanan kaya akan gizi memang dibutuhkan anak. Tapi, bukan berarti Anda hanya memberikan menu yang itu-itu saja. Selain sayuran dan buah, berikan anak pilihan menu seperti kacang-kacangan, susu, atau gandum.
Jika anak tak suka, siasati dengan potongan kecil dan dimasukkan ke dalam makanan atau camilan mereka. Pilih makanan dengan warna yang bervariasi. Ajarkan pada anak untuk tidak memakan permen, bolu, atau es krim pada saat jadwal makan utama.
3. Berikan kenyamanan untuk memilih
Mengajarkan anak untuk bisa makan sehat bukan berarti tidak memberikan kesempatan pada mereka untuk makan camilan. Jika biasanya camilan Anda sembunyikan di dalam kulkas, mulalilah untuk meletakkan camilan tersebut di antara sayur dan buah agar anak bisa memilih.
Jika memang anak memilih camilan, ajarkan mereka untuk mengontrol porsi atau memberi aturan porsi yang bisa dimakan daripada makan langsung dari kemasannya.
4. Diskusi dan beri pengertian
Anda dan anak mungkin memiliki sudut pandang yang berbeda dalam memilih makanan. Tapi, perbedaan tersebut bukan berarti harus membuat Anda menyerah. Jalan tengah bisa diambil dengan mendiskusikan makanan apa yang disukai anak lalu berikan penjelasan kelebihan dan kekuarangan makanan tersebut.
Jika anak lebih suka makanan manis, berikan pengertian pada mereka jika makanan kaya gula akan membuat mereja terus merasa lapar dan lelah. Jika anak mulai mengerti, berikan alternatif menu sehat lain yang tetap mereka sukai dan baik untuk mereka.
5. Kenali sinyal kenyang pada anak
Inti dari makan sehat adalah bisa mengatur rasa lapar, bukan 'yang penting kenyang'. Jangan paksa anak untuk menghabiskan semua makanan yang ada di piring. Sadari 'sinyal' dari anak Anda yang menunjukkan dirinya sudah makan cukup.
Makan berlebihan tentu akan menyebabkan perkembangan anak terhambat. Selain itu, inti dari makan sehat pun jadi tidak terpenuhi.
Studi menunjukkan anak yang menyempatkan untuk sarapan dapat melakukan aktivitas lebih baik di sekolah dibandingkan dengan mereka yang tidak sarapan. Libatkan anak dalam memilih menu sarapan bernutrisi yang akan dimakannya. Kandungan serat dan protein tinggi dalam menu sarapan dapat memberikan anak Anda energi yang dibutuhkan untuk memulai hari. Selain itu, gula darah anak pun akan tetap stabil sehingga konsentrasinya akan lebih baik saat sekolah.
Makanan kaya akan gizi memang dibutuhkan anak. Tapi, bukan berarti Anda hanya memberikan menu yang itu-itu saja. Selain sayuran dan buah, berikan anak pilihan menu seperti kacang-kacangan, susu, atau gandum.
Jika anak tak suka, siasati dengan potongan kecil dan dimasukkan ke dalam makanan atau camilan mereka. Pilih makanan dengan warna yang bervariasi. Ajarkan pada anak untuk tidak memakan permen, bolu, atau es krim pada saat jadwal makan utama.
Mengajarkan anak untuk bisa makan sehat bukan berarti tidak memberikan kesempatan pada mereka untuk makan camilan. Jika biasanya camilan Anda sembunyikan di dalam kulkas, mulalilah untuk meletakkan camilan tersebut di antara sayur dan buah agar anak bisa memilih.
Jika memang anak memilih camilan, ajarkan mereka untuk mengontrol porsi atau memberi aturan porsi yang bisa dimakan daripada makan langsung dari kemasannya.
Anda dan anak mungkin memiliki sudut pandang yang berbeda dalam memilih makanan. Tapi, perbedaan tersebut bukan berarti harus membuat Anda menyerah. Jalan tengah bisa diambil dengan mendiskusikan makanan apa yang disukai anak lalu berikan penjelasan kelebihan dan kekuarangan makanan tersebut.
Jika anak lebih suka makanan manis, berikan pengertian pada mereka jika makanan kaya gula akan membuat mereja terus merasa lapar dan lelah. Jika anak mulai mengerti, berikan alternatif menu sehat lain yang tetap mereka sukai dan baik untuk mereka.
Inti dari makan sehat adalah bisa mengatur rasa lapar, bukan 'yang penting kenyang'. Jangan paksa anak untuk menghabiskan semua makanan yang ada di piring. Sadari 'sinyal' dari anak Anda yang menunjukkan dirinya sudah makan cukup.
Makan berlebihan tentu akan menyebabkan perkembangan anak terhambat. Selain itu, inti dari makan sehat pun jadi tidak terpenuhi.
(up/up)