Dua anak yang juga diuntungkan dari program serupa adalah Andrea Gonzales dan Sophie Houser. Musim panas kali ini mereka mengikuti kamp untuk anak-anak penggemar komputer bertajuk 'Girls Who Code'. Menjelang berakhirnya program ini, tiap peserta pun diminta membuat proyek.
Iseng-iseng, Gonzales dan Houser berencana menciptakan sesuatu dengan komputer untuk mengubah pandangan sosial terhadap suatu hal. Kebetulan selama belajar memprogram dan membuat coding untuk komputer, di kamp tersebut keduanya juga belajar banyak tentang menstruasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun yang paling mengejutkan mereka adalah ketika mengetahui bahwa stigma tentang wanita yang sedang mengalami menstruasi juga masih eksis di negara maju seperti Amerika dan Inggris.
"Kami baru sadar bahwa kami pun sering dipermalukan (di lingkungan) ketika sedang datang bulan," tandas Houser, gadis 17 tahun dari Bard High School Early College, New York City.
Dan benar saja, ide yang berasal dari guyonan itu pun berhasil diwujudkan menjadi game bernama 'Tampon Run'. Game berukuran 8-bit itu bertujuan untuk mengubah stigma banyak orang tentang menstruasi.
Karakter utama dalam game ini adalah seorang karakter perempuan muda. Ia harus mengumpulkan tampon atau pembalut sebanyak mungkin sebelum pembalut-pembalut tersebut dirampas oleh musuhnya.
Ketika penjahat-penjahat itu mencoba mendekati si karakter, ia akan menembakkan pembalut yang telah ia kumpulkan tadi ke arah mereka. Lucunya, saat mereka terkena pembalut, penjahat-penjahat itu pun menangis sambil berkata 'ooh'. Dan jika ia kehabisan pembalut, maka permainan pun usai alias game over.
"Idenya adalah kami ingin membuat pendekatan yang lucu sehingga orang-orang lebih nyaman ketika berbicara tentang menstruasi," terang Gonzales seperti dikutip dari tamponrun.com, Kamis (18/9/2014).
Karena pernah merasakan stigma tersebut, baik Gonzales dan Houser pun mengaku permainan ini ternyata membuat mereka merasa nyaman untuk membicarakan tentang kondisi tersebut. Bahkan teman-teman pria mereka juga akhirnya dapat memahami kondisi perempuan muda ketika mengalami menstruasi setelah menjajal Tampon Run.
"Rasanya begitu luar biasa ketika kami berhasil mempengaruhi lingkungan kami," tutup Houser.
(lil/vta)











































