"Yang kemampuan problem solvingnya rendah, yang rentan kena depresi, dan yang cenderung berperilaku impulsif tanpa memperhatikan impact," jelas psikolog anak dan remaja, Ratih Zulhaqqi, dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Sabtu (17/1/2015).
Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali karakteristik anaknya. Ada baiknya juga sejak dini anak dibimbing untuk bisa menghadapi dan menyelesaikan masalah. Orang tua dan orang dewasa di sekitar anak hendaknya tidak lepas tangan manakala anak menghadapi masalah yang pelik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada anak yang rentan kena depresi, akan mudah rapuh saat terhempas masalah. Karena masalah terus-menerus datang yang membuatnya depresi berkepanjangan, maka yang bersangkutan merasa tidak kuat. Apalagi jika tidak ada sosok yang bisa diajaknya bertukar pikiran dan pendapat. Akhirnya dia memilih mengakhiri hidup.
"Sedangkan remaja yang kurang kuat personalitinya adalah remaja yang ada perilaku impulsif, tapi tidak memperhatikan impact. Jadi dia apa-apa mau sama dengan peer-nya. Kalau ada tren ini ngikut, tren itu ngikut. Lalu melihat atau membaca sesuatu bersama peernya, di mana ada case bunuh diri dengan peaceful, dia juga mengikuti," papar Ratih.
Dengan lebih memahami karakter anak, maka orang tua bisa menentukan pola pengasuhan yang tepat. Selain itu orang tua akan tahu benar kapan dirinya harus masuk untuk membantu menyelesaikan masalah anak.
(vit/rdn)











































