Nutrisi Susu UHT Berkurang karena Pemanasan? Ini Penjelasan Profesor IPB

Kolom Gizi

Nutrisi Susu UHT Berkurang karena Pemanasan? Ini Penjelasan Profesor IPB

detikHealth
Senin, 01 Jun 2026 17:04 WIB
Fitri Isnia Nuryani, S.Pt
Ditulis oleh:
Fitri Isnia Nuryani, S.Pt
Sarjana peternakan dari IPB University dengan peminatan pada nutrition and feed technology. Saat ini merupakan peserta program Maganghub Kementerian Ketenagakerjaan, sebagai penulis artikel gaya hidup
susu uht
Nutrisi susu UHT rusak oleh pemanasan? Foto: iStock
Jakarta -

Benarkah nutrisi susu hilang setelah dipanaskan? Pertanyaan ini kerap muncul, terutama saat membahas susu UHT (Ultra High Temperature) yang diproses menggunakan suhu tinggi sebelum dikemas.

Saat ditemui detikcom dalam acara "Frisian Flag Temani Langkahmu, Kini dan Nanti", Minggu (31/5/2026), Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof Dr Epi Taufik, S.Pt., MVPH., M.Si., menegaskan bahwa pemanasan pada susu UHT tidak serta-merta merusak kandungan gizinya.

Menurutnya, proses UHT menggunakan suhu tinggi dalam waktu yang sangat singkat untuk membunuh mikroorganisme, sehingga sebagian besar zat gizi utama dalam susu tetap terjaga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Mengapa Bakteri Bisa Mati tetapi Nutrisi Tetap Terjaga?

Menurut Prof Epi, banyak orang membayangkan susu UHT dipanaskan langsung di atas api hingga mendidih dalam waktu lama. Padahal, proses yang terjadi di industri berbeda.

Ia menjelaskan bahwa pemanasan UHT menggunakan uap panas (steam) yang mengalir di luar pipa tempat susu berada. Dengan sistem tersebut, susu tidak bersentuhan langsung dengan sumber panas seperti api.

"UHT itu pemanasan tidak langsung pakai api. Ada uap panas yang suhunya bisa mencapai sekitar 140 derajat Celsius, lalu susu dilewatkan di dalam pipa hanya beberapa detik," jelasnya.

Dalam proses UHT, susu umumnya dipanaskan pada suhu sekitar 130-140 derajat Celsius selama sekitar 2-4 detik. Waktu yang sangat singkat ini menjadi salah satu alasan mengapa kerusakan zat gizi dapat diminimalkan.

Prof Epi menekankan bahwa prinsip pengolahan susu selalu berkaitan dengan keseimbangan antara waktu dan suhu. Dengan kombinasi yang tepat, bakteri dapat dimatikan tanpa menyebabkan perubahan besar pada kandungan gizi susu.

Susu UHT Dipanaskan Tinggi, Mengapa Gizinya Tidak Banyak Berubah?

Meski ada sebagian vitamin yang sensitif terhadap panas, Prof Epi menyebut penurunannya relatif kecil.

"Vitamin yang rentan panas mungkin sedikit menurun. Itu pasti. Sedikit," ujarnya. Namun, menurutnya, zat gizi utama dalam susu secara umum tetap terjaga karena proses pemanasan berlangsung sangat singkat dan tidak menggunakan api secara langsung.

Ia menjelaskan bahwa protein, lemak, serta sebagian besar kandungan gizi utama susu tidak mengalami perubahan yang signifikan akibat proses UHT. Karena itu, susu UHT tetap dapat menjadi sumber gizi yang baik bagi masyarakat.

"Walaupun dengan panas tinggi, kandungan gizi susu UHT relatif tidak berubah, karena panasnya bukan oleh api langsung dan waktunya sangat singkat," kata Prof Epi.

Dengan kata lain, suhu tinggi dalam proses UHT tidak bisa dilihat secara terpisah. Faktor durasi pemanasan juga sangat menentukan. Pemanasan beberapa detik pada suhu tinggi memberikan dampak yang berbeda dibandingkan pemanasan dalam waktu lama.

Perlukah Susu UHT Dipanaskan Lagi Sebelum Diminum?

Karena telah melalui proses sterilisasi dan dikemas secara aseptik, susu UHT sebenarnya sudah siap diminum begitu kemasannya dibuka.

Oleh sebab itu, menurut Prof Epi, susu UHT tidak perlu direbus atau dipanaskan kembali sebelum dikonsumsi.

"Sudah steril, mau diapakan lagi? Tidak perlu dipanaskan lagi," ujarnya.

Meski demikian, jika seseorang lebih menyukai susu hangat, susu UHT tetap boleh dipanaskan sebentar, misalnya menggunakan microwave.

"Kalau ingin susu hangat, pakai microwave sebentar boleh," kata Prof Epi.

Ia juga mengingatkan bahwa setelah kemasan dibuka, susu UHT tetap harus disimpan dalam suhu dingin. Meski sebelumnya telah steril, kontaminasi dari lingkungan dapat terjadi setelah kemasan terbuka sehingga kualitas susu akan menurun seiring waktu.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: Dokter Tegaskan Makan Daging Bukan Pemicu GERD!"
[Gambas:Video 20detik]
(fti/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads