Anak Dibiarkan Merokok, Akan Tumbuh Generasi Muda yang Bodoh dan Tertinggal

Anak Dibiarkan Merokok, Akan Tumbuh Generasi Muda yang Bodoh dan Tertinggal

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Rabu, 18 Mar 2015 15:47 WIB
Anak Dibiarkan Merokok, Akan Tumbuh Generasi Muda yang Bodoh dan Tertinggal
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Pada rokok, nikotin adalah unsur utama penyebab kecanduan. Nikotin banyak terkandung di tembakau sehingga baik rokok putih, rokok kretek, atau e-cigarette, selama mengandung tembakau akan menimbulkan adiksi. Efek kecanduan ini pun nyatanya juga memengaruhi tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus bangsa.

Penelitian JAMA Psychiatry mengungkapkan bahwa asap rokok membuat dapat membuat anak menjadi agresif, emosional, dan cenderung membangkang. Bahkan, sifat tersebut muncul ketika anak sudah terpapar asap rokok sejak kecil. Selain itu, anak-anak yang merokok kemampuan belajarnya terhambat.

"Anak terpapar rokok, susah belajar. Jadi kalau anak dibiarkan merokok berarti kita biarkan anak tidak mampu bersaing dengan bangsa lain. Jadi kalau negara biarkan industri rokok meracuni anak dan remaja, berarti membiarkan generasi penerus menjadi generasi yang bodoh, tidak kreatif, dan tertinggal," tegas Kartono Muhammad, selaku dewan penasihat Komnas Pengendalian Tembakau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Catat! Ini Dampak Negatif Ketika Anak Sering Terpapar Asap Rokok

Selain itu, lanjut Kartono, anak yang sudah merokok bahkan terpapar asap rokok cenderung mudah 'bermusuhan' sebab asap rokok membuat bagian otak yang bertugas mengatur emosi sudah tidak normal. "Mungkin itu juga yang bikin anak sekarang mudah tawuran ya," imbuh Kartono.

Hal itu ia sampaikan di sela-sela Konferensi pers 'Negara Tidak Hadir Melindungi Anak' di Kantor Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Jl. Samratulangie, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2015).

Di Indonesia pun, anak-anak kini tak hanya sebagai perokok pasif saja alias yang terpapar asap rokok. Sebab, fenomena baby smoker di mana anak-anak bertindak sebagai perokok aktif juga bermunculan.

Kemudian, anak termasuk pula orang dewasa bisa menjadi perokok tersier yang terpapar endapan asap rokok meski perokok sudah tidak ada. Hal ini didukung penelitian di California yang menemukan bahwa asap rokok yang mengendap di kain, karpet, atau peralatan rumah tangga lain tetap bisa menghasilkan zat-zat karsinogen penyebab gangguan kesehata, termasuk fungsi hati.

Baca juga: Dunia Bebas Rokok Tahun 2040, Mungkinkah Terwujud?

"Rokok juga mengubah struktur otak anak. Nikotin dari tembakau akan memperkuat daya penerimaan otak terhadap kokain. Anak terpapar asap rokok sejak kecil akan lebih mudah kecanduan kokain dan marijuana. Penelitian Columbia University tahun 2008 menunjukkan hampir 90% pecandu kokain adalah perokok usia dini," terang Kartono.

"Sehingga, kejadian negara biarkan anak kecil merokok sama saja membiarkan generasi muda yang mudah kecanduan narkoba, bodoh, serta fisiknya tidak berkembang dengan baik," pungkas Kartono. (Radian Nyi Sukmasari/Nurvita Indarini)

Berita Terkait