Survei: Stres Jelang Ujian Bikin Anak Cenderung Cari Pelampiasan

Survei: Stres Jelang Ujian Bikin Anak Cenderung Cari Pelampiasan

- detikHealth
Senin, 11 Mei 2015 14:02 WIB
Survei: Stres Jelang Ujian Bikin Anak Cenderung Cari Pelampiasan
ilustrasi (foto: Thinkstock)
Jakarta - Ujian sekolah bisa menjadi momok bagi sebagian siswa di belahan dunia. Berbagai cara pun dilakukan untuk mensiasati serangan panik yang dilakukan misalnya dengan mengonsumsi junk food, cokelat, atau minuman berenergi.

Survei terbaru di Inggris menemukan bahwa merokok dilakukan para siswa agar lebih santai menjelang ujian. Survei yang dilakukan oleh Kellogg ini melibatkan sekitar 1.000 siswa kelas enam di Inggris yang sedang menjalani tes di sekolah. Ditemukan 8 persen anak pernah merokok sebelum tes. Sementara, 37 persen anak mengonsumsi cokelat dan 30 persen mengonsumsi minuman berkafein tinggi untuk mengurangi stres dalam mengerjakan ujian.

Survei tersebut juga mengungkapkan bahwa 55 persen dari anak-anak ternyata takut mendapatkan hasil ujian yang buruk dan bisa memengaruhi masa depan mereka. Kemudian, diketahui tiga dari lima anak atau sebesar 60 persen ketakutan menghadapi ujian karena menyadari betapa pentingnya ujian untuk masa depan mereka. Sementara 68 persen merasa tertekan untuk mengerjakan ujian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, survei ini juga meminta pendapat 1.000 orang tua untuk mengetahui perubahan psikologis anak menjelang ujian. 20 persen orang tua mengaku adanya perubahan sikap anaknya menjelang ujian di antaranya anak menjadi lebih sering menolak tawaran makan dan juga terlihat murung.

Baca juga :20 Siswa Kena Chlamydia, Sekolah Ini Akan Beri Muridnya Pendidikan Kespro

Menurut survei yang dilakukan oleh Opini Matters, 20 persen anak tidak bisa berkonsentrasi dan menjadi gugup karena ujian, 12 persen anak berkurang nafsu makannya dan 14 persen anak kelaparan karena melewatkan makannya. Hal-hal ini terjadi karena adanya peningkatan stres dan tekanan selama ujian. Stres ini juga memengaruhi jam tidur mereka karena 22 persen anak-anak mengaku kehilangan rasa ingin tidur yang berakibat insomnia.

"Anak-anak mengekspresikan begitu banyak kekhawatiran tentang ujian mereka. Sebetulnya hal ini sangat wajar jika mereka mendapati beberapa tekanan sebelum ujian. Bahkan pada tingkat berikutnya, tekanan akan semakin besar. Ujian menjadi hal yang buruk bagi anak-anak, sehingga mereka butuh pelampiasan. Pada kasus ini salah satu pelampiasan mereka adalah merokok dan itu sangat tidak baik," ucap psikolog anak Dr Claire Halsey, dikutip dari Mirror, Senin (11/5/2015)

John Coe dari National Association for Primary Education mengatakan sarapan yang layak dan bergizi harus didapatkan oleh anak demi menunjang kesehatan mereka untuk meraih kesuksesan saat ujian. Sarapan nuga disebutkan Coe dapat menenangkan saraf dan mencukupi kebutuhan gizi anak demi memenuhi tantangan dalam keseharian mereka.

Baca juga : Strategi Ini Dinilai Efektif Cegah Anak dan Remaja Coba-coba Merokok



(rdn/vit)

Berita Terkait