8 Bulan, Remaja Ini 'Sukses' Sembunyikan Tumor di Payudaranya

8 Bulan, Remaja Ini 'Sukses' Sembunyikan Tumor di Payudaranya

Rahma Lilahi Sativa - detikHealth
Sabtu, 30 Mei 2015 10:07 WIB
8 Bulan, Remaja Ini Sukses Sembunyikan Tumor di Payudaranya
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Welsh, UK - Bicara tentang penyakit kronis seperti serangan jantung, stroke atau diabetes, banyak yang masih berpikir bahwa ini adalah penyakit yang kerap menghantui orang dewasa ataupun lansia. Padahal tren penyakit ini telah bergeser ke generasi yang lebih muda.

Seperti halnya yang dialami remaja berusia 13 tahun ini. Beberapa waktu lalu, ia mengunjungi sebuah klinik di Wales, UK dengan membawa keluhan yang tidak biasa, yakni benjolan besar di payudara kirinya. Setelah diperiksa, rupanya itu adalah tumor.

Baca juga: Dulu Serang Orang Usia Tua, Kini Penyakit-penyakit Ini Incar Kaum Muda

Dokter mengatakan tumor itu sudah sebesar bola rugby dengan panjang 35 cm dan lebar 20 cm. Bahkan menurut keterangan si remaja yang dirahasiakan identitasnya itu, tumornya tumbuh dengan drastis dalam kurun 8 minggu sebelum ia mendatangi klinik.

"Anehnya kendati lesinya begitu besar, pasien bisa menyembunyikan hal itu dari kedua orang tuanya selama 8 bulan, termasuk saat berada di sekolah," tulis peneliti seperti dikutip dari BMJ Case Reports, Sabtu (30/5/2015).

Awalnya dokter menduga itu adalah kanker jaringan lunak yang disebut dengan sarkoma. Akan tetapi setelah mereka melakukan serangkaian tes seperti pemeriksaan darah, scanning dengan sinar X, biopsi hingga ultrasound, ternyata dugaan mereka keliru. Si remaja didiagnosis dengan pseudoangiomatous stromal hyperplasia (PASH).

Ini adalah salah satu jenis tumor jinak yang diakibatkan oleh pertumbuhan sel jaringan lunak yang berlebihan. Karena ukurannya yang begitu besar, tim dokter memutuskan untuk segera melakukan operasi pengangkatan.

Hasilnya, dua buah tumor dengan berat total 2,7 kg berhasil dikeluarkan dari buah dada si remaja. Bahkan tim dokter juga sukses mempertahankan jaringan payudaranya. Satu-satunya efek samping dari tindakan ini adalah luka parut di dadanya. Terlepas dari itu, ia dapat pulih dengan cepat.

Satu tahun setelah operasi, hasil scan juga menunjukkan payudaranya tumbuh dengan normal. Namun tim dokter percaya tumor yang tumbuh di payudara remaja ini merupakan tumor terbesar yang pernah ditemukan pada anak-anak.

Baca juga: Bukan Hanya Pada Lansia, Nyeri Sendi Juga Bisa Dialami Anak Muda

Sebelumnya dr Walta Gautama, SpB(K)Onk menuturkan bahwa faktor keterlambatan penanganan kanker payudara berakar dari kurangnya pengetahuan tentang gejala, deteksi dini, serta terapi pengobatan untuk kanker payudara. Dan khusus di Indonesia, ia menyebut maraknya pengobatan alternatif sebagai ganti terapi kanker yang dirasa menakutkan.

"Kalau ada pengobatan alternatif yang lagi booming pasti banyak nih kasus kanker datang-datang sudah stadium 3 dan 4. Masih dini padahal, banyak coba obat ini itu, 6 bulan kemudian banyak yang datang sudah stadium 3 dan 4. Datang sudah besar benjolannya, sudah ada luka," kata dr Walta kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Untuk itu, penting bagi setiap wanita untuk melakukan pemeriksaan payudara mandiri (SADARI) maupun deteksi dini melalui pemeriksaan oleh dokter, setidaknya satu tahun sekali.

(Rahma Lilahi Sativa/AN Uyung Pramudiarja)

Berita Terkait